Presiden Prabowo saat berpidato pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, pada Senin (2/2/2026). (ist)

Mengkritisi Pidato Presiden, Pembangunan adalah Kewajiban, bukan Charity

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Seorang netizen melalui akunnya di platform X (Twitter) mengkritisi pernyataan Presiden Prabowo Subianto, dan meminta mantan Menteri Pertahanan itu menghentikan narasi-narasinya yang terasa menjengkelkan.

Melalui akun @PreciosaKanti yang dikutip Kamis (5/2/2026) malam,  pukul 20.33 WIB, netizen ini agaknya menyinggung pernyataan Presiden sebelumnya, yang menyatakan meskipun dia kalah di Sumatra Barat, kalah di Aceh, dia tetap berbuat untuk kedua daerah tersebut.

Akun ini menyertakan screenshot  kutipan berita Tempo.co, yang berisi kutipan: Prabowo Singgung Lagi Distribusi MBG di Sumbar dan Aceh.

“Buktinya saya kalah di Sumatra Barat,benar? Tapi tetap MBG sampai ke Sumatra Barat. Saya juga kalah di Aceh, kan? Tapi tetap kami bangun Aceh habis-habisan,” ucapnya.

Narasi Prabowo ini menurut akun @PreciosaKanti, menjengkelkan dan mengecilkan rakyat. Dia minta narasi seperti ini dihentikan. Dia menyebut, pembangunan itu adalah kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak yang harus diterima rakyat sebagai pembayar pajak. Bukan charity (derma) atau kemurahan hati.

“Dear Mr. Presiden @prabowo! Rakyat Aceh & Sumatra Barat tidak serta merta STOP MEMBAYAR PAJAK pada saat Anda terpilih, meskipun berbeda dengan sebagian besar pilihan rakyat di sana.”

“So narasi Anda ini SALAH!! Pembangunan daerah dan kesejahteraan hidup adalah KEWAJIBAN yang harus diberikan Pemerintah untuk MEMENUHI HAK yang harus diterima oleh rakyat sebagai pengembalian dari pajak yang bayarkan kepada negara!”

“So BUKAN CHARITY! Pembangunan dari uang rakyat sendiri, BUKAN DARI KANTONG PRIBADI ANDA! Dan Pembangunan adalah TUGAS ANDA SEBAGAI KEPALA NEGARA! So STOP narasi menjengkelkan dan mengecilkan rakyat begini!!!!” demikian cuitan akun tersebut yang jelas-jelas berisikan uneg-uneg tentang hak rakyat karena sudah membayar pajak kepada negara.

Berpidato dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo menyerukan agar para elite politik bersatu tanpa memandang latar belakang.

Prabowo menyatakan bangsa Indonesia tidak boleh bertikai kendati berbeda pilihan politik.

Sebagai presiden, Prabowo menyampaikan komitmennya untuk bekerja demi “seluruh rakyat Indonesia.” Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku tidak akan mengesampingkan kepala daerah dari partai berbeda.

Dalam kaitan inilah Presiden kemudian menyinggung,program-program yang dibuatnya di Aceh dan Sumatra Barat (Sumbar).

“Saya kalah di Sumatra Barat, tapi tetap MBG (makan bergizi gratis) sampai ke Sumatra Barat. Koperasi Merah Putih tetap kita bangun, kita rehabilitasi Sumatra Barat,” kata dia.

“Saya juga kalah di Aceh kan, tapi tetap kita bangun Aceh habis-habisan. Tidak boleh ada permusuhan, tidak boleh ada sakit hati,” demikian pernyataannya. (lia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *