Menpora (kini mantan) Dito Ario Tedjo saat bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir menerima tamunya, beberapa waktu lalu. (ist)

Korupsi Kuota Haji, KPK Gali Pengakuan Mantan Menpora Dito Ariotedjo

Posted on

HARIANTERBIT.CO –Ini pengakuan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024.

Dito mengaku, dalam pemeriksaan tersebut, KPK menanyakan sejumlah pertanyaan terkait kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi Oktober 2023.

“Secara garis besar memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi, waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi,” ujar Dito kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Dito mengaku diajak Jokowi karena ada pembahasan perjanjian kerja sama di bidang olahraga. Saat itu, kata Dito, Jokowi dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengadakan pembahasan kerja sama antarkedua negara.

Dito mengungkapkan, waktu itu olahraga menjadi sektor yang ingin dikerja samakan Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia. Ia bahkan menyebut ketika itu terjadi penandatanganan MOU.

Dalam kaitan inilah kemudian, MBS menawarkan bantuan kerja sama kepada pemerintahan Indonesia, yang salah satunya juga membahas mengenai kerja sama pelaksanaan haji. Namun Dito juga mengaku pembahasan soal haji ini tidak secara spesifik membahas mengenai penentuan kuota.

“Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Bapak Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji,” sambungnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan alasan pemeriksaan mantan Menpora Dito Ariotedjo sebagai saksi kasus korupsi kuota haji di era kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

“Penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari pemerintah Arab Saudi kepada pemerintah Indonesia,” katanya.

“Karena memang kami melihat Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik, karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari pemerintah Indonesia,” tambah Budi di Gedung Merah Putih. (lia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *