HUT ke-50, SMA Tarakanita 2 Bersama Yayasan Tarakanita Gelar Donasi bagi Korban Bencana Alam Sumatra

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Tahun 2026 jadi tahun istimewa bagi SMA Tarakanita 2, Jakarta. Sebab, sekolah itu pada tanggal 2 Januari 2026 lalu, genap berusia 50 tahun. Ini merupakan usia emas perjalanan sekolah dalam melayani pendidikan bagi masyarakat. Berperan serta dalam membangun bangsa, dengan andil menciptakan manusia yang cerdas, berintegritas, dan berbela rasa terhadap sesama.

Bentuk syukur 50 tahun SMA Tarakanita 2, digelar perayaan Ekaristi dengan pastor selebran utama Ignatius Kardinal Suharyo, bersama Pastor Sudarminta S.J., Pastor Tarsisius Siswanto, MSC., dan Pastor Herianus Markus Reponata, MSC.

“Melalui perayaan Ekaristi, harapan baru, semangat baru dalam pelayanan pendidikan yang semakin bermutu, dan SMA Tarakanita 2 terus maju,” kata Kepala SMA Tarakanita 2 Yosef Todarung alias Eto, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.CO, Sabtu (17/1/2026).

Selain itu, perayaan 50 tahun SMA Tarakanita 2 dimeriahkan dengan kegiatan Tarq 2 Cup Lamerta. Kata ‘Lamerta’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Amṛta. Yang artinya tidak mati. Bisa diartikan ‘abadi’ dan digabungkan dengan slogan ‘Waves of Light’ yaitu ombak cahaya. Sehingga, Lamerta dapat didefinisikan menjadi air abadi yang mengalirkan semangat tanpa henti dengan nama panjangnya yaitu ‘League of Art, Movement, and Expression of Tarakanita’.

Tarq 2 Cup Lamerta ini merupakan perlombaan antarsekolah se-Jabodetabek. Kegiatan pertandingan dari berbagai cabang olahraga, antara lain mini soccer, bola voli, bola basket, tenis meja, PUBG, Mobile Legend. Sementara kompetisi lainnya yang terkait bidang akademik, di antaranya english debate dan business plan. Sedangkan bidang seni, ada solo vocal, modern dance, content creator, hingga cooking competition.

Adapun closing ceremony Tarq 2 Cup Lamerta pada Sabtu (17/1/2026), digelar pertunjukan dari SD dan SMP Tarakanita. Ada pula pagelaran tari tradisional dan Tari Saman dari SMA Tarakanita 2. Ada solo vocal dan penampilan dari juara 1 modern dance. Acara itu dimeriahkan oleh penyanyi yang tengah naik daun, Idgitaf, dan puncaknya tampil ‘quest star’, Tulus.

Perayaan setengah abad SMA Tarakanita 2, juga dilakukan dengan aksi donasi bagi korban bencana di Sumatra. Menurut Eto, pendidikan di sekolah itu memang membentuk kepedulian terhadap sesama, yang diwujudkan dengan berdonasi. “Inilah bentuk berbela rasa yang menjadi sendi nilai-nilai kehidupan seluruh komunitas Tarakanita,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, seluruh donasi diberikan langsung oleh pimpinan Yayasan Tarakanita, Sr. Brigitta CB, dan diterima oleh Ignatius Kardinal Suharyo, S.J. “Kebahagiaan bagi seluruh komunitas SMA Tarakanita 2, selain bisa ikut berpartisipasi meringankan saudara di Sumatra,” ungkap Eto.

“Kita melakukan donasi bagi korban bencana di Sumatra, khususnya di Keuskupan Sibolga,” imbuhnya.

Ada pula kado istimewa dari 50 tahun berdirinya SMA Tarakanita 2. Yakni pemberkatan gedung baru sekolah, yang dilakukan oleh Ignatius Kardinal Suharyo, S.J.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif sekaligus Kepala Kantor Yayasan Tarakanita Wilayah Jakarta, Sr. Yudith M. Maryani, CB, M.Pd., menambahkan, banyak perkembangan yang diraih SMA Tarakanita 2 di usia yang ke-50. Salah satunya, tingginya minat orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMA Tarakanita 2. “Selama ini SMA Tarakanita 2 hanya lima kelas per paralel, namun Juli nanti di tahun ajaran baru ini menjadi tujuh kelas. Bahkan ke depannya kita akan delapan kelas,” tegas Yudith.

“Nah itu membuktikan Tarki banyak diminati oleh para siswa dan orang tua. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat maka sekarang dibukan layanan Tarakanita International Immersion Class Program. Program khusus bagi peserta didik yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Itu yang sedang kita rencanakan, kemarin sudah launching bersama para orang tua dan banyak orang tua yang memberikan apresiasi program ini, “ sambungnya.

Lebih lanjut, Yudith berharap agar peserta didik maupun alumni SMA Tarakanita 2 terus memiliki karakter positif. Sehingga, pada akhirnya mereka bisa berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, masyarakat maupun bangsa.
“Harapan kami anak-anak yang masuk ke sekolah Yayasan Tarakanita itu tertanam pribadi yang cerdas, berintegritas, beriman dan berbelarasa. Itu yang kami tanamkan kepada anak-anak kami di seluruh Indonesia, di 59 sekolah Tarakanita kami,” tandasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *