Siswa-siswi Yayasan Jabal Rahmah Mulia mengukir sejarah setelah memborong medali dari ajang kompetisi ilmiah dan inovasi di tingkat internasional yang diikuti. (ist)

Yayasan Jabal Rahmah Mulia Ukir Sejarah, Borong Medali di Kompetisi Internasional

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Yayasan Jabal Rahmah Mulia mengukir sejarah dengan berhasil meraih 1 medali emas dari World Women Inventors & Entrepreneurs Association (WWIEA) Korea Selatan, 1 medali perak serta 3 medali perunggu dari National Research Council of Thailand (NRCT) dan Special Awards dari EMZI-UiTM Nanoparticle Colloids & Interface Industrial Research Laboratory (EMZI Nano-Core Malaysia.

Sebanyak 3.000 tim dari 25 negara berkumpul di Bangkok International Trade & Exhibition Center, Bang Na, Thailand pada ajang international yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT), The Ministry of Higher Education, Science, Research and Innovation, Thailand. Terdapat beberapa negara yang berkompetisi yaitu Kanada, Tiongkok, Kroasia, Hongkong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Kuwait, Makao, Malaysia, Maroko, Filipina, Polandia, Rumania, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, Vietnam, Yaman, Taiwan, dan Thailand sebagai tuan rumah. Pelaksaanaan lomba berlangsung pada tanggal 5-9 Januari 2026.

Direktur Yayasan Jabal Rahmah Mulia, Jihaan Harvi Habibah mengatakan, pada ajang ini Yayasan Jabal Rahmah Mulia mendelegasikan empat tim yaitu dua tim dari tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), dan dua tim dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Kegiatan boarding school Yayasan Jabal Rahmah Mulia memberikan dampak positif ditunjukkan para siswa di Jabal Rahmah Mulia peduli dan aktif pada lingkungan sekitar,” kata Jihaan, dalam rilis yang diterima HARIANTERBIT.CO, Kamis (15/1/2026).

Dapat dibuktikan dengan hadirnya inovasi untuk membuat cairan antibakteri yang dapat diaplikasikan untuk kaos kaki, manset dan lainnya. Inovasi ini memberikan perhatian dan antusias oleh perwakilan negara yang hadir dengan mendapatkan special award dari Korsel atas inovasi yang mendukung penggunaan bahan ramah lingkungan, efektivitas antibakteri yang teruji dan paling penting berbasis kebutuhan nyata.
Inovasi kreatif tidak sampai di situ saja. Inovasi selanjutnya adalah pembuatan cairan antiserangga yang aman untuk makanan. “Inovasi ini murni ide dari siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia untuk mendukung aktivitas dari boarding school Yayasan Jabal Rahmah Mulia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Yayasan Jabal Rahmah Mulia M. Rozy Rizkyansyah menyatakan bahwa para pelajar di Yayasan Jabal Rahmah Mulia harus mampu bersaing dan berkontribusi untuk bangsa dan negara dari sejak usia dini. “Kontribusi pada negara yang dimaksud berupa inovasi,” imbuh Rozy.

Salah satu inovasi yang dilakukan dengan memanfaatkan limbah puntung rokok menjadi kertas, inovasi ini menarik perhatian para juri sehingga diminta untuk mempresentasikan produknya di panggung Intellectual Property Invention Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 kepada seluruh perwakilan Negara yang hadir. Prestasi ini membuktikan ide dan riset pelajar Yayasan Jabal Rahmah Mulia diakui juri International serta menguatkan komitmen untuk terus berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Pada kesempatan lain, Muhammad Erwinsyah selaku kepala SMP Yayasan Jabal Rahmah Mulia menyampaikan, para siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia memiliki potensi besar dalam pengembangan sains dan penerapan teknologi ramah lingkungan, salah satunya dengan menciptakan plester dari limbah pohon pisang. “Limbah pohon pisang sangat mudah kita temui di Indonesia, ini merupakan inovasi yang memberikan solusi dengan penerapan teknologi relevan serta berdampak bagi isu lingkungan dunia,” imbuh Erwinsyah.

Pada kesempatan ini putra dan putri terbaik Yayasan Jabal Rahmah Mulia membuktikan bahwa Yayasan Jabal Rahmah Mulia mampu bersaing di taraf international dengan kurikulum Cambridge dan Tahfidz. Kehadiran Ekstrakuliker Research Club mempengaruhi aktivitas riset dari siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia.

Prestasi yang diperoleh bukan pertama kalinya, sebelumnya Yayasan Jabal Rahmah Mulia juga berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak di ajang World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025 yang berlangsung pada awal September 2025 di Segi University, City Damansara, Malaysia.

Ahmad Zaki Mubarak selaku ketua pelatih tim riset Yayasan Jabal Rahmah Mulia menyampaikan harapannya untuk lebih lanjut inovasi yang berhasil diciptakan menjadi inovasi bernilai ekonomis dan peluang bisnis lintas negara. “Pencapaian ini tidak lepas dari tim riset yang beranggotakan Ulfa Mashitah, Tengku Muammar Luthfi dan Fayruza Rifda Siahaan. Prestasi yang didapatkan oleh Yayasan Jabal Rahmah Mulia tidak terlepas dari peran guru dalam memotivasi siswa untuk berani dan bereksplorasi dalam penelitian dan riset sejak usia dini,” ungkap Zaki.

Adapun tiga guru dari Yayasan Jabal Rahmah Mulia yaitu Fauza Azmi Rambe, Cut Kemala Sari, dan Andi Setiawan selaku guru dan orang tua bagi siswa di sekolah yang selalu mengawasi dan membimbing para siswa Yayasan Jabal Rahmah Mulia untuk terus berkembang, berprestasi dan memiliki cita-cita tinggi. Sikap positif guru dapat menginspirasi siswa dalam menentukan arah masa depan mereka. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *