Kegiatan belajar di SMK Negeri 1 Ngrayun, Ponorogo, Jatim. (ist)

SMK Negeri 1 Ngrayun Terima Bantuan Revitalisasi Kemendikdasmen, Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Gerakkan Ekonomi Warga

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menerima Bantuan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar sekolah.

Kepala SMK Negeri 1 Ngrayun Sumadi menyatakan, bantuan revitalisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. “Program revitalisasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Sumadi, dalam keterangan yang diterima HARIANTERBIT.CO, Jumat (26/12/2025).

Melalui program tersebut, SMK Negeri 1 Ngrayun melaksanakan pembangunan empat ruang baru, meliputi ruang kelas inklusi, laboratorium IPA, perpustakaan, dan laboratorium komputer. Selain itu, bantuan juga digunakan untuk pengadaan perabot ruang, pengecatan gedung kelas lama, serta perbaikan dan pengecatan ruang kantor sekolah. “Total anggaran yang dialokasikan pemerintah dalam program revitalisasi ini mencapai Rp1.639.476.000,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mekanisme swakelola, di mana dana disalurkan langsung ke rekening sekolah yang telah difasilitasi oleh direktorat terkait. Dalam prosesnya, sekolah membentuk panitia pembangunan yang melibatkan unsur masyarakat.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Budi Santoso yang juga tokoh masyarakat Desa Binade mengatakan, mekanisme swakelola ini sebagai bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan pendidikan. “Sesuai arahan Direktorat Jenderal SMK, pola swakelola ini mewajibkan pelibatan warga sekolah dan masyarakat sekitar. Dampaknya, kegiatan revitalisasi mampu menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari penyerapan tenaga kerja warga setempat, keterlibatan BUMDes sebagai penyedia material, hingga peran aktif toko-toko bahan bangunan di sekitar sekolah,” tandas Budi.

Kepala SMKN 1 Ngrayun Sumadi menegaskan, manfaat bantuan revitalisasi ini diharapkan dirasakan langsung oleh peserta didik melalui lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

Selain itu, Sumadi juga memastikan pelaksanaan Bantuan Pemerintah Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan di SMK Negeri 1 Ngrayun telah dilaksanakan sesuai petunjuk teknis, dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang baik, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *