Dua desa terendam di Aceh Singkil, Rabu (19/11/2025) lalu, akibat Sungai Lae Cinedang meluap. (ist)

Bencana di Aceh, Sumut serta Sumbar, 82 Meninggal dan 55 Masih Dinyatakan Hilang

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Jumlah korban jiwa yang meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor sejak beberapa hari terakhir ini di berbagai wilayah di Sumatera mencapai 82 orang dan 55 dinyatakan hilang.

Demikian hasil pengkinian data yang dilakukan Badan Nasional Penanggulanga Bencana (BNPB)dari berbagai wilayah di Aceh, Sumut dan Sumbar hingga Jumat (28/11/2025) pagi.

Data yang disajikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.secara tertulis menyebutkan, hingga Jumat (28/11/2025) pagi, total korban jiwa meninggal di Provinsi Aceh berjumlah 6 orang meninggal dan 11 orang masih dinyatakan hilang.

Adapun rinciannya meliputi Kabupaten Bener Meriah dilaporkan 5 orang meninggal dunia dan 9 dinyatakan hilang serta Kabupaten Gayo Lues ada 1 orang meninggal dan 9 orang masih hilang.

Sementara di wilayah Sumatera Utara, total korban jiwa meninggal dunia 55 jiwa dan yang masih dinyatakan hilang 41 orang.

Jika dirincikan jumlah tersebut mencakup Kabupaten Tapanuli Tengah 34 jiwa meninggal dan 33 orang masih dinyatakan hilang, Tapanuli Selatan ada 13 orang meninggal dan 3 masih dinyatakan hilang.

Di Kabupaten Pakpak terdapat 1 orang meninggal dunia dan Tapanuli Utara 3 orang meninggal dunia dan 5 masih dinyatakan hilang.

Sementara itu terdapat penyesuaian data di Kabupaten Humbang Hasundutan dari yang sebelumnya 5 orang meninggal dunia terdapat koreksi menjadi 4 orang meninggal dunia.

Untuk wilayah Sumatera Barat, Abdul Muhari menyebut, dilaporkan korban meninggal dunia sebanyak 21 jiwa. Angka ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar dalam keterangan persnya Jumat (28/11).

Saat ini, seiring dengan penanganan darurat yang tengah dilakukan, pemerintah telah mendirikan posko utama di Taruntung, Tapanuli Utara.

Lokasi tersebut terbilang paling memungkinkan dari sisi aksesibilitasnya untuk memobilisasi peralatan, logistik, dan personil dan menjangkau tiga wilayah operasi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah juga telah menetapkan tiga langkah prioritas dalam penanganan darurat di tiga wilayah tersebut. Ketiga prioritas ini di antaranya pemulihan akses jalur darat baik yang tertutup akibat longsoran maupun jembatan terputus.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiagakan alat berat dan BNPB juga telah mengerahkan dua unit pesawat untuk mendukung penanganan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Kedua, dukungan logistik permakanan juga akan dioptimalkan ke masyarakat melalui jalur udara menggunakan satu pesawat dan satu helikopter.

Bahkan jika diperlukan, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto yang sudah berkantor di Tapanuli Utara akan mengerahkan beberapa unit helikopter tambahan untuk mendistribusikan bantuan dan menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Seiring dengan tanggap darurat ini pemerintah juga masih terus memperbarui data di lokasi terdampak. Selain data korban jiwa, data kerusakan rumah masyarakat dan infrastruktur juga dilakukan termasuk jembatan.

Ketiga, pemulihan akses komunikasi dan jaringan listrik. Pemerintah berharap dan mendorong agar PLN serta pengelola jaringan telekomunikasi dapat memberikan jaringan komunikasi GSM di daerah terdampak. Sehingga masyarakat dapat terhubung dengan kerabat dan keluarga di wilayah terdampak yang sejak beberapa hari terakhir kehilangan kontak.

Abdul Muhari menambahkan, BNPB juga membuka saluran komunikasi atau hotline yang dapat dihubungi oleh masyarakat yang masih kesulitan menghubungi keluarga di daerah terdampak.

Nomor telepon 081161645500 dengan menyertakan data keluarganya berupa nama, usia, jenis kelaman, dan alamat, serta titik lokasi terakhir.

Nantinya BNPB akan mengirimkan data tersebut ke koordinator personel BNPB yang sudah ada di setiap kabupaten atau kota terdampak guna melakukan pengecekan di lokasi. (lia)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *