KASUS

236 JEMAAH UMRAH SBL DEPOK-CIBINONG MASIH TELANTAR

HARIANTERBIT.CO – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menetapkan pimpinan travel haji dan umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL), AJW, sebagai tersangka dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana umrah 12 ribu lebih jemaah. Total dana yang diduga digelapkan itu tak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp300 miliar.

Kuasa Hukum Koordinator PT SBL wilayah Depok-Cibinong, Mukhlis Effendi mengatakan, penetapan tersangka AJW hendaknya tidak menghalangi proses pemberangkatan jemaah umrah. Artinya, meski proses hukum tetap berjalan, upaya pemberangkatan para jemaah ke Tanah Suci juga bisa dilakukan.

“Biarkan proses hukum berjalan, tapi kami mohon kepada Polda Jawa Barat agar bersifat kooperatif untuk memberikan paspor jemaah, agar para jemaah bisa tetap diupayakan untuk berangkat ke Tanah Suci,” ujar Mukhlis kepada wartawan, Minggu (4/2).

Permohonan kepada pihak Polda Jabar itu, kata Mukhlis, terkait adanya upaya dari para koordinator SBL wilayah Depok-Cibinong yang membawahi 236 jemaah, siap menjaminkan harta bendanya untuk memberangkatkan calon jemaah. “Alhamdulillah klien saya, siap menjaminkan harta bendanya untuk memberangkatkan jemaahnya,” tambah Mukhlis.

Mukhlis juga menegaskan, para koordinator sekaligus kliennya itu, juga sebagai korban. Pasalnya, dana para jemaah sudah disetorkan ke rekening SBL. “Kerugian klien saya yang mencapai Rp4 miliar itu belum dihitung investasi ke bisnisnya SBL,” tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, seorang koordinator jemaah, Surna (31), berjanji akan memberangkatkan jemaah dalam waktu dekat ini, dan tidak akan sampai melewati bulan Maret. “Saya mencoba syiar, saya mengajak saudara untuk menuju Baitullah. Namun seiring berjalannya waktu, ternyata seperti ini, tapi kami tetap akan bertanggung jawab untuk memberangkatkannya,” ujar Surna.

Terkait persoalan di dalam SBL hingga mengakibatkan 236 jemaahnya telantar, Surna mengaku tidak tahu sama sekali. “Saya lebih fokus kepada solusi untuk pemberangkatan. Selebihnya saya tidak tahu,” kata Surna kepada wartawan.

Terkait jaminan keberangkatan para jemaahnya, Surna mengaku sudah berupaya untuk menjual satu unit mobilnya. Uang penjualan itu nantinya bisa digunakan untuk pemberangkatan para jemaahnya. “Harapan saya, jemaah ini bisa berangkat saja dulu,” ujarnya. (arya)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *