RENUNGAN

JUDUL DI MEDIA ANTARA PENCERAHAN ATAU PROVOKASI?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi JUDUL di media seringkali ditulis dengan kata atau kalimat yang menjual, atau membuat yang membaca terhentak hatinya. Seringkali judul tidak sama atau bahkan bisa bertentangan dengan isinya. Bagi yang membaca judul sudah tergerak hatinya entah marah atau simpati akan ada reaksi dari memberi komentar gerundelan sampai men-share ke […]

RENUNGAN

PEMBURU DI KEBUN BINATANG?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi PEBISNIS di kebun birokrasi dapat dianalogikan sebagai pemburu di kebun binatang. Mereka seringkali tanpa alat atau senjata untuk melumpuhkan buruannya. Mereka cukup melakukan KKN dengan pawang atau penjaganya untuk mengurangi atau tidak memberi makan sama sekali. Tanpa susah payah binatang yang diinginkanya pun akan dengan mudah dikalahkan karena […]

RENUNGAN

DIPALAK ITU SAKITNYA DI SINI

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi PREMAN menjengkelkan dan dianggap benalu karena memalak. Bagi yang dipalak sakitnya sampai di sini — sambil menunjuk pantatnya yang bolong. Bisa dibayangkan jika pantatnya bolong bagamimana akan duduk, berdiri pun tetap terganggu bahkan untuk tidur pun tak nyaman. Orang yang biasa memalak memang tidak merasa bersalah bahkan tiada […]

RENUNGAN

MEMELIHARA ANAK MACAN

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi MEMELIHARA binatang buas dapat diartikan menabur bom waktu menyiapkan perangkap di masa depan. Bisa juga dimaknai mencari masalah di masa depan. Macan tatkala masih kecil memang penurut mudah dikendalikan, tatkala sudah besar naluri kebinatangannya bisa muncul dan menerkam tuannya. Binatang buas bukan untuk dipelihara, mereka tidak mengenal balas […]

RENUNGAN

PETINJU CENGENG MAIN KEROYOKAN?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi PETINJU jenis olahraga para gentleman. Kaum pemberani, dari berani benjol, bertarung fair, dan berani menanggung malu bila kalah. Petinju di ring birokrasi diramaikan orang yang itu lagi itu lagi. Mereka menampilkan dirinya sebagai gentleman walau sebenarnya cengeng, sedikit-sedikit baper, sedikit-sedikit lapor prewangan-prewangan-nya kalau apa yang dikehendaki tidak sesuai. […]