RENUNGAN

SAKIT DAN MAHALNYA MELAHIRKAN DEMOKRASI

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi TULISAN Sindunata tentang esai yang membahas demokrasi di Indonesia pasca 1998 yang ditandai dengan tumbangnya Orde Baru sampai sekarang masih dirasakan betapa sakit bahkan mahalnya melahirkan demokrasi di negeri ini. Demokrasi dibutuhkan adanya kecerdasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tatkala masyarakat yang majemuk dan tingkat kecerdasan yang rendah […]

RENUNGAN

PEJUANG DAN PAHLAWAN DEMOKRASI

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi DARI rakyat untuk rakyat dan oleh rakyat. Semboyan klasik demokrasi yang sangat termashur sebagai refleksi kedaulatan ada di tangan rakyat. Pesta demokrasi sebagai suksesi kepemimpinan dalam memilih wakil-wakil di parlemen menjadi ajang adu kewarasan. Makna dalam pesta ini kondisi aman dan damai menjadi tolok ukur. Kemenangan siapa pun […]

RENUNGAN

PERADABAN: AMAN DAN DAMAI DALAM PERBEDAAN

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi MANUSIA dikatakan sebagai mahkluk berakal budi, dan sebagai mahkluk sosial. Pada diri manusia ada unsur positif dan negatif. Positifnya, manusia adala mahkluk pembelajar apa pun diperoleh dari belajar, serta senantiasa berupaya memajukan dan meningkatkan kualitas hidupnya. Sedangkan negatifnya, manusia memiliki sifat akuisme yang mau memang sendiri bahkan cenderung […]

RENUNGAN

JUDUL DI MEDIA ANTARA PENCERAHAN ATAU PROVOKASI?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi JUDUL di media seringkali ditulis dengan kata atau kalimat yang menjual, atau membuat yang membaca terhentak hatinya. Seringkali judul tidak sama atau bahkan bisa bertentangan dengan isinya. Bagi yang membaca judul sudah tergerak hatinya entah marah atau simpati akan ada reaksi dari memberi komentar gerundelan sampai men-share ke […]

RENUNGAN

PEMBURU DI KEBUN BINATANG?

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi PEBISNIS di kebun birokrasi dapat dianalogikan sebagai pemburu di kebun binatang. Mereka seringkali tanpa alat atau senjata untuk melumpuhkan buruannya. Mereka cukup melakukan KKN dengan pawang atau penjaganya untuk mengurangi atau tidak memberi makan sama sekali. Tanpa susah payah binatang yang diinginkanya pun akan dengan mudah dikalahkan karena […]