Surat laporan atas penganiayaan terhadap Ketua Umum SEMMI Kalteng Afan Safrian kepada Polda Kaltreng. PB SEMMI diwakili Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan Muhammad Senanatha (foto kanan), medesak Kapolda Kalteng mengusut tuntas. (ist)

Ketum SEMMI Kalteng Dianiaya OTK, PB SEMMI Desak Polda Segera Usut Tuntas

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Peristiwa pemukulan terhadap Ketua Umum (Ketum) Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah (Kalteng) Afan Safrian oleh orang tak dikenal (OTK) adalah tindakan brutal, pengecut, dan tidak bisa ditoleransi. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, melainkan serangan terhadap kehormatan dan keselamatan seluruh gerakan mahasiswa.

Pengurus Besar SEMMI memandang insiden ini sebagai bentuk nyata upaya pembungkaman terhadap suara-suara kritis mahasiswa yang sedang menyuarakan kebenaran. Ketua Umum SEMMI Kalteng diketahui baru-baru ini vokal menyoroti dugaan tindakan represif aparat di Kabupaten Seruyan, serta dugaan korupsi yang menyeret Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan Kalteng. Dalam konteks itu, kekerasan ini patut diduga kuat sebagai tindakan terorganisasi untuk membungkam aktivisme.

Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI Muhammad Senanatha mengatakan, saya mengecam keras tindakan pemukulan ini. Kekerasan terhadap kader kami adalah bentuk penghinaan terhadap prinsip demokrasi dan hukum. “Apa pun alasannya, tidak ada ruang bagi intimidasi fisik terhadap mahasiswa yang menjalankan tugas intelektual dan moralnya di tengah masyarakat,” kata Senanatha, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT,CO, Rabu (6/8/2025).

Kami menuntut Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini. Jangan biarkan pelaku kekerasan ini berlindung di balik bayang-bayang impunitas. “Penegakan hukum tidak boleh tunduk pada tekanan atau kekuasaan gelap. Kami juga mendesak jaminan perlindungan keamanan terhadap seluruh kader SEMMI di wilayah Kalimantan Tengah maupun daerah lainnya,” ujarnya.

Kami memperingatkan bahwa jika tindakan ini tidak diusut tuntas, maka negara sedang memberi pesan berbahaya: bahwa kekerasan terhadap mahasiswa adalah hal yang dibiarkan. “Dan jika itu terjadi, PB SEMMI tidak akan tinggal diam. Kami akan menempuh langkah-langkah lebih lanjut, baik secara hukum maupun gerakan massa, untuk memastikan keadilan ditegakkan,” tegas Senanatha.

“Pada Selasa (5/8/2025) malam, satu ketua kami dipukul. Tapi kami pastikan: suara kami tak akan bisa dibungkam. Tubuh boleh disakiti, tapi semangat perlawanan terhadap ketidakadilan akan terus menyala,” tandasnya. (*/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *