HARIANTERBIT.CO – Mahabarata yang ditulis resi Wiyasa begitu panjang sarat pelajaran akan kehidupan dan keutamaan. Memahami Mahabarata yangblebih dari 60 garis keturunan ada yang meyakini sebagai catatan peristiwa nyata dengan detail. Kisah kisah utama dari Mahabarata setidaknya dapat dipahami dan dikategorikan sbb :
1. Hastinapura:
Kisah kerajaan Hastinapura dengan Raja Sentanu yang memiliki kegemaran berburu
2. Dewi Gangga:
Raja Sentanu bertemu dengan dewi Gangga yang sebenarnya merupakan bidadari. Yang sebenarnyabtelah terikat janji dengan para wastu untuk membantu reinkarnasinya.
3. Kelahiran Bisma:
JanjibRaja Sentanu kepada Dewi Gangga yang dilanggar saat kelahiran Bisma atau Dewabrata. Dewi Gangga kembali ke swargaloka dan Bisma diasuh Raja Sentanu
4. Dewi setyawati:
Raja sentanu jatuh cinta dengan Dewi setyawati yang meminta anaknya menjadi raja Hastina. Sumpah Bisma untuk tidak menjadi raja dan tidak menikah seumur hidup
5. Citragada dan Wicitrawirya:
Menjadi raja Hastinapura namun tidak berumur panjang
6. Wiyasa atau Abiyasa:
ABIYASA dikenal pula dengan nama Resi Wiyasa (Mahabharata). Ia putra Resi Palasara dari pertapaan Retawu, dengan Dewi Durgandini, putri Prabu Basuketi, raja Wirata.
Untuk mengisi kekosongan tahta kerajaan Astina karena meninggalnya Prabu Wicitrawirya, Abiyasa diboyong oleh dewi Durgandini ke Astina dan dijadikan raja dengan gelar Prabu Kresnadwipayana.
Dewi Ambika janda Prabu Citragada dan Dewi Ambiki/Ambalika janda Prabu Wicitrawirya kemudian dikawinkan dengan Abiyasa. Dari perkawinan tersebut Abiyasa memperoleh dua orang putra, yaitu ; Drestarasta dari Dewi Ambika, dan Pandu dari Dewi Ambiki. Abiyasa juga kawin dengan Dewi Datri, penyanyi kidung Weda di pertapaan Srungga, dan berputra Yamawidura.
Setelah menobatkan Pandu menjadi raja Astina, Abiyasa kembali ke pertapaan Retawu.
7. Pandudewanata:
Ayah Pandawa yang beristrikan Dewi Kunthi memiliki anak tiga ( Yudistira, Bima dan Arjuna) dan Dewi madrim memiliki anak laki laki kembar ( Nakula dan Sadewa)
8. Destrarata:
Menikah dengan dewi Gandari adik patih sangkuni memiliki anak 101 , 100 orang laki laki dan 1 orang perempuan.
9. Dewi Amba:
Yang merana akibat tidak dapat menikah dengan Bisma dan akan menuntut balas demgan menitis pada Srikandi.
10. Pancala:
Kerajaan tetangga Hastinapura yang terus saja berseteru dengan penangkapan pangeran Wicitrawirya yang kemudian dapat ditolong oleh Bisma
11. Gandara:
Kerajaan asal Dewi Gandari istri Raja Destrarata dan kakaknya Sangkuni
12. Dewi Gandari:
Setelah menikah demgan Raja Destrarata yang buta ia menutup mata seumur hidup sebagai bela rasa kepada suaminya dan memiliki anak 101 yg disebut Kurawa. 100 laki laki dan 1 perempuan.
13. Dewi Kunthi dan Dewi Madrim:
Istri Raja Pandu dan memiliki anak lima laki laki yang disebut Pandawa. 3 orang dari Kunthi dan 2 orang dari Madrim.
14. Basudewa Krisna dan Balarama atau Baladewa:
Baladewa adalah anak Prabu Basudewa, raja Mandura dari Ibu yang bernama Dewi Mahendra. Ia mempunyai saudara kembar yang bernama Kresna. Walaupun lahir kembar Baladewa dan Kresna adiknya tidak sama. Baladewa berkulit putih bule, sedangkan Kresna berkulit hitam cemani. Selain kresna, Baladewa mempunyai adik wanita bernama Bratajaya atau Sumbadra.
15. Surya Putra:
Karna sebenarnya anak Dewi Kunthi sebelum menikah dengan Pandudewanata. Akibat membuka ajian memanggil Dewa dan mendapat anugerah dari dewa Surya anak laki laki yang diberi nama Karna. Lalu karna dilarung di sungai dan ditemukan oleh kusir kerajaan yang bernama Adirata.
16. Kelahiran Kurawa:
Setelah tiba saatnya, Gandari melahirkan sepotong daging keras yang tak bernyawa yang tidak berwujud bayi.Perasaan Gandari hancur, saat dia bermaksud untuk membuang potongan daging yang dilahirkannya tadi, tiba-tiba Resi Abiyasa muncul di hadapannya, dan bersabda, “Anugerahku tidak mungkin tidak ternyatakan. Sediakan seratus guci yang berisi minyak murni (Ghee). Aku akan memotong daging itu menjadi seratus bagian. Potongan daging itu akan menjadi seratus anak yang selama ini kau harapkan.”
17. Kelahiran Pandawa:
Pandu menikahi Kunti kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madrim. Akibat kesalahan Pandu pada saat memanah seekor kijang yang sedang kasmaran. Maka kijang tersebut mengeluarkan (Supata=Kutukan). Kutukan itu menyatakan bahwa Pandu tidak akan merasakan lagi hubungan suami istri. Dan bila dilakukannya, maka Pandu akan mengalami ajal.
Pandu lalu mengajak kedua istrinya untuk bermohon kepada Hyang Maha Kuasa. Pandu bermohon agar dapat diberikan anak. Lalu Batara guru mengirimkan Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahir anak yang pertama yaitu Yudistira. Kemudian Batara Guru mengutus Batara Indra untuk membuahi Dewi Kunti shingga lahirlah Harjuna. Lalu Batara Bayu dikirim juga untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahirlah Bima. Dan yang terakhir, Batara Aswin dikirimkan untuk membuahi Dewi Madrim, dan lahirlah Nakula dan Sadewa.Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa
18. Begawan Durna dan Drupada:
Pada masa muda guru Durna atau begawan Durna dan Raja Drupada saling bersahabat namun setelah lama berpisah dan ada salah paham hingga Durna dihajar Drupada hingga bengkok hidungnya. Yang nantinya dendam Durna terbalaskan dari para muridnya yaitu para Pandawa.
19. Pencarian Tirta Amarta:
Dikisahkan bahwa Bima menempuh berbagai ujian dan cobaan dalam usahanya mencari tirta pawitra, air suci, atau juga dalam beberapa kesempatan disebut tirta amerta/tirtamerta, air kehidupan. Bedakdan bertemu dengan sesuatu yang mirip dirinya itu yang dinamai Dewa Ruci.
20. Bambang Ekalaya:
Ekalaya atau Palgunadi, adalah raja negara Paranggelung. Ekalaya mempunyai isteri yang sangat cantik dan sangat setia bernama Dewi Anggraini, putri hapsari/bidadari Warsiki. Ia memiliki ajian mustika ampal pd ibu jarinya. Ekalaya ditipu untuk merelakan ibu jari tangan kanannya dipotong oleh ‘patung’ Resi Drona, yang mengakibatkan kematiaannya karena cincin Mustika Ampal lepas dari tubuhnya. Menjelang kematiaanya, Ekalaya berjanji akan membalas kematiannya pada Resi Drona.
Dalam perang Bharatayuda kutuk dendam Ekalaya menjadi kenyataan. Arwahnya menyatu dalam tubuh Drestayumena satria Pancala, yang memenggal putus kepala Resi Drona hingga menemui ajalnya. (cdl) Lorojongrang 210921.



