NU Berhasil Bidang Agama, Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan tapi Ketinggalan Bidang Sosial dan Ekonomi

Posted on

Oleh : Maksum Zuber ( mantan Sekjen PP IPNU)

Nahdlatul Ulama ada dua kata yakni Nahdlatul dan Ulama; Nahdlatul ( Nahdlah ) Adalah Kebangkitan punya akar kata “ bangkit “ menandakan selalu bergerak dan dinamis dalam situasi dan kondisi apapun. Sedangkan “ Ulama “ orang-orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan serta faham (faqih) dalam hal tekstual dan kontekstual.

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan Islam dengan sebutan Ormas Islam tentu memiliki konsekuensi karena membawa lebel Islam yang melekat, maka jalan pikiran (pedoman dasar berfikirnya) tidak terlepas dari sumber utama yakni Al-Quran kemudian Al-Hadist, Ijma’ dan Qiyas.

Nahdlatul Ulama bertujuan, Pertama menciptakan ke maslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia. Kedua, berlakunya ajaran Islam yang menganut faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.

Sampai saat ini, NU terus mengupayakan; Pertama, terlaksananya ajaran Islam yang menganut faham Ahlus Sunnah wal Jama’ah; Kedua, terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam untuk membina umat menjadi muslim yang takwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil, serta berguna bagi agama, bangsa dan negara; Ketiga, pemberdayaan dibidang kesehatan, kemaslahatan dan ketahanan keluarga, dan pendampingan masyarakat yang terpinggirkan (mustadl’afin); Keempat, peningkatan pendapatan masyarakat dan lapangan kerja/usaha untuk ke makmuran yang merata; dan mengembangkan usaha-usaha lain melalui kerjasama dengan pihak dalam maupun luar negeri yang bermanfaat bagi masyarakat banyak guna terwujudnya Khairu Ummah.

point pertama (bidang agama) dan kedua (bidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan) , Nahdlatul Ulama cukup digdaya dan relative berhasil, akan tetapi pada point ketiga (bidang sosial) dan keempat (bidang ekonomi) masih ketinggalan perlu lebih maksimal dan diprioritaskan NU mendatang dan mendetailkan pembahasan materi di Muktamar NU ke 35 tahun 2026 agar lebih konkrit dan aplikatif ( dukungan dana, sarana dan prasarana) dari hulu sampai hilir (membangun jejaring distribusi dari industri /produsen sampai retail /konsumen)

Untuk mengejar ketertinggalan dua point diatas, Nahdlatul Ulama diperbolehkan menggali sumber-sumber dana di lingkungan Nahdlatul Ulama, umat Islam, maupun sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat. Termasuk usaha lain yang halal.

Perangkat perkumpulan yang dapat memaksimalkan pencapaian diatas adanya Lembaga dan Badan Otonom yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kesatuan perkumpulan Jam’iyah Nahdlatul Ulama

Potensi Gen Z :

Ekonomi yang melemah akan meningkatkan angka kemiskinan dan pengangguran., kondisi Indonesia yang didominasi gen Z memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Gen Z, sebagai generasi yang akrab dengan teknologi, berperan besar dalam transformasi bisnis, e-commerce, dan startup. Banyak dari mereka juga memanfaatkan media sosial untuk mengembangkan industri content creation, serta ekonomi kreatif lainnya, seperti desain grafis, dan game development. Selain itu, dengan kemampuan belajar cepat dan adaptasi tinggi, Gen Z membawa perspektif baru dalam dunia kerja, memperkenalkan cara kerja berbasis teknologi, seperti AI, cloud computing, dan otomatisasi yang lebih efisien dibandingkan cara konvensional.

Gen Z memiliki potensi sebagai konsumen, beberapa tahun terakhir, Gen Z telah menjadi pasar yang sangat menarik bagi Perusahaan dan brand. Mereka memiliki kekuatan belanja yang signifikan. Perusahaan yang mampu memahami dan menyesuaikan diri dengan preferensi Gen Z akan memiliki kesempatan besar untuk meraih kesuksesan dalam pemasaran dan penjualan produk mereka. Selain sebagai konsumen, Gen Z juga memiliki peran yang signifikan sebagai tenaga kerja.

Dengan latar belakang yang dipengaruhi oleh teknologi dan akses terhadap informasi, Gen Z cenderung memiliki keterampilan digital yang kuat, mudah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya secara efektif. Hal ini membuat Gen 2 menjadi sumber daya manusia yang berpotensi besar dalam menggerakkan inovasi dan transformasi digital di berbagai sektor ekonomi

Gen Z juga memiliki potensi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Mereka tumbuh di tengah era startup dan berbagi ekonomi, yang memberikan mereka akses dan inspirasi untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka sendiri, cenderung memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi, memiliki sikap yang proaktif dan berani mengambil risiko. Dengan adanya kemampuan teknologi dan keterampilan digital yang kuat, Gen Z memiliki landasan yang kokoh untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *