NU Digdaya Menuju Era Tinggal landas, Muktamar NU ke 35 Semakin Dekat

Posted on

Oleh : H. Maksum Zuber ( mantan Sekjen PP IPNU )

NU Digdaya adalah sistem digital dari upaya pembenahan tata kelola organisasi agar lebih rapi, terdata, dan terintegrasi secara nasional serta mengembangkan dukungan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (Ai) untuk memperkuat sistem digital tersebut.

Dalam era tinggal landas, InsyaALLAH NU sudah siap menghadapi kemajuan tehnologi, geopolitik dan globalisasi dengan kemampuan rancang bangun tatakelola organisasi secara nasional dan penyerapan kemajuan Tehnologi (NU Digdaya) serta kemampuan menyesuaikan dalam segala cuaca dan keadaan sosial.

Yang sangat membesarkan hati adalah Infrastruktur dan keanggotaan NU yang semakin solid dan mengakar di desa-desa, saatnya NU Digdaya menuju Tinggal Landas.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyampaikan agenda-agenda strategis NU, mulai dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama, Konferensi Besar (Konbes), hingga Muktamar Ke-35 NU, disepakati dalam Rapat Pleno PBNU bahwa Munas dan Konbes NU akan digelar pada bulan Syawal 1447 Hijriah atau sekitar April 2026. Sementara Muktamar ke-35 NU direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026, dalam Rapat Pleno di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan safari Lebaran 1447 H ke sejumlah kiai sepuh di Jawa Timur pada Sabtu (28/3/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gus Yahya meminta nasihat sekaligus membicarakan arah jam’iyah menjelang Muktamar Ke-35 NU.

Gus Yahya mengunjungi sejumlah pesantren besar diantaranya menemui KH Nurul Huda Djazuli di Pondok Pesantren Ploso Kediri, KH Anwar Manshur di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Fuad Nur Hasan di Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, dan KH Idris Hamid di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah Pasuruan.

Tak hanya bersilaturahim, Gus Yahya juga berziarah ke makam para pendiri Nahdlatul Ulama di Jombang. Ia mendatangi kompleks makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari di Tebuireng, KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambakberas, serta KH Bisri Syansuri di Denanyar.

Para kiai sepuh mengingatkan pentingnya kesabaran dalam mengelola organisasi serta konsistensi dalam menata jam’iyah NU di tengah dinamika yang kian kompleks. Salah satu pesan yang paling ditekankan datang dari KH Nurul Huda Djazuli. “Beliau menegaskan bahwa pilar utama NU adalah kiai dan pesantren,”

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipercaya sebagai ketua panitia dan posisi sekretaris Organizing Committee (OC) dipercayakan kepada Amin Said Husni dan saat ini sedang persiapan untuk melengkapi struktur kepanitiaan, menyusun materi untuk konbes dan munas sekaligus dijadikan materi untuk muktamar ke 35.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *