HARIANTERBIT.CO – Di tengah gencarnya sorotan masyarakat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bahkan tak sedikit yang sudah meneriakkan agar program unggulan pemerintah itu dihentikan, Polri ternyata diam-diam sedang melakukan pendalaman terhadap berbagai laporan yang terjadi.
Terutama tentunya, menyangkut kasus-kasus yang dilaporkan terjadi menimpa sejumlah siswa sekolah diduga akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sudah memastikan pihaknya akan mengusut kasus keracunan sejumlah siswa sekolah diduga akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Proses pendalaman pun sampai saat ini masih dilakukan.
“Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per satu,” jelas Jenderal Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Jenderal Sigit memastikan bahwa setiap perkembangan terkait apa yang didalami pihaknya bakal disampaikan secara terbuka.
“Tentunya secara resmi nanti akan kita informasikan,” ungkapnya.
Diketahui, kasus keracunan ini juga diasistensi oleh penyidik Bareskrim Polri. Kendati demikian, penanganannya dilakukan oleh polda jajaran.
Sementara itu, terkait insiden keracunan akibat program makan bergizi gratis (MBG) yang semakin banyak mendapat sorotan belakangan ini. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S.Deyang mengungkapkan, hal itu terjadi karena sekitar 80% pelaksanaan program MBG tidak sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang ditetapkan oleh BGN.
Menurut dia, kejadian belakang ini, 80%-nya adalah karena SOP yang ditetapkan BGN tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun oleh tim BGN sendiri dari dalam.
“Tentu kalau tim kita ini di SPPG, ada kepala SPPG, ada ahli gizi dan juga ada akuntan,” kata Nanik dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).
Belakangan MBG semakin banyak mendapat sorotan, termasuk para ahli gizi, dan diaminkan kalangan politisi di Senayan. Bahkan kalangan DPR sempat melontarkan usul agar program MBG dievaluasi total.
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Senayan, 15 Agustus 2025
lalu, melaporkan capaian signifikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 20 juta anak sekolah, anak belum sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.
Meskipun baru berjalan 8 bulan, hasil dari program MBG ini menurut Presiden sudah terasa.
Angka kehadiran anak di sekolah meningkat. “Prestasi anak-anak di sekolah meningkat. Per hari ini, sudah ada 5.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di 38 provinsi di Indonesia.
MBG telah menciptakan 290.000 lapangan kerja baru di dapur- dapur, dan melibatkan 1 juta petani, nelayan, peternak dan UMKM. MBG mendorong pertumbuhan ekonomi di desa-desa,” tuturnya. (lia)



