Tingkatkan Dimensi Bernalar Kritits, SMP Tarakanita 2 Gelar Kegiatan P5 di Pluit Village Mall

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tarakanita 2 sebagai salah satu sekolah penggerak, kembali menyelenggarakan kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), di Pluit Village Mall, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kegiatan P5 ini diikuti oleh peserta didik kelas VII, dengan mengusung tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Selain itu, kegiatan P5 ini bertujuan meningkatkan dimensi bernalar kritis dan gotong royong serta Pendidikan Karakter Tarakanita (PKT) pada peserta didik sebagai perwujudan pembelajaran dengan paradigma baru.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMP Tarakanita 2 yang bekerja sama dengan pihak Pluit Village Mall. Acara inti dari kegiatan P5 adalah peserta didik kelas VII mempraktikkan secara langsung pembuatan Eco-enzyme dari fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah-buahan maupun sayuran. Menariknya dalam kegiatan tersebut, pembuatan Eco-enzyme akan dipandu dan didampingi secara langsung oleh narasumber dari Sekolah Taraknita yang sudah berpengalaman dalam membuat Eco-enzyme.

“Hari ini saya sangat senang karena mendapat pengalaman baru belajar di luar kelas dan bekerja sama dengan teman-teman P5, yang paling menarik bagi saya adalah saat membuat Eco-enzyme dan turunannnya (membuat sabun cair),” kata Jensen peserta didik kelas 7D, Rabu (5/4/2023), dalam rilis yang diterima HARIANTERBIT.CO.

Pembuatan Eco-enzyme menjadi wujud kontekstualisasi penerapan Kurikulum Merdeka di SMP Tarakanita 2. Menurut Ketua Pelaksana Bernadus Dwi Antara menggarisbawahi tentang pentingnya kesadaran dan kepedulian dari peserta didik terhadap lingkungan karena apa yang mereka lakukan sekarang akan berakibat pada masa yang akan datang. Melalui P5 dengan tema gaya hidup berkelanjutan, bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan itu dilatihkan pada diri mereka.

Demikian pula ajakan yang disampaikan oleh St Priono untuk terus membuat Eco-enzyme demi kelestarian Bumi kita. Salah satu manfaat Eco-enzyme adalah mengurangi penggunaan zat kimia dalam kehidupan sehari-hari. “Oleh karena itu kali ini peserta didik dilatih membuat Eco-enzyme sekaligus hasil turunannya seperti pembuatan sabun, pembersih lantai, dan penyubur tanaman,” tuturnya.

Menarik untuk disimak pula pesan dari Erna Wijayanti selaku wakil kepala Bidang Pengembangan Kurikulum, kami sebagai sekolah penggerak memiliki komitmen mengorganisasikan pembelajaran bermakna Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Cc5 Tarakanita yang inovatif bagi peserta didik dengan satu tujuan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila khususnya dimensi gotong-royong dan bernalar kritis. “Bagi sekolah-sekolah lain, jangan takut mencoba dan berinovasi lewat implementasi P5. Pasti bisa untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” imbuhnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *