PKB Membuka Peluang Caleg Penyandang Disabilitas pada Pemilu 2024

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pasal 5 ayat (1) Penyandang Disabilitas memiliki hak: hidup, bebas dari stigma, privasi, keadilan dan perlindungan hukum, pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, dan koperasi, kesehatan, politik, keagamaan, keolahragaan, kebudayaan dan pariwisata, kesejahteraan sosial, Aksesibilitas, Pelayanan Publik, Pelindungan dari bencana, habilitasi dan rehabilitasi, dan Konsesi.

Untuk mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar yang sering di sapa Gus Muhaimin menyatakan, PKB kedepan bukan saja memperjuangkan hak disabilitas, namun juga memfasilitasi mereka di jalur politik dengan mempermudah pendaftaran caleg untuk mereka karena yang tahu dan merasakan kebutuhan disabilitas dan hak-hak mereka adalah mereka, kita harus menjembataninya,” tutur Gus Muhaimin.

“Rekan-rekan disabilitas itu punya hak politik yang sama dan setara, kita ini sama-sama warga negara yang dapat menorehkan prestasi dan berjuang untuk Indonesia,” kata Gus Muhaimin usai diskusi PKB dengan tema “ Sudah Saatnya Difabel Menjadi Warga Kelas Satu “ di kantor DPP PKB, Kamis (19/1/2023).

Umi Zahrok Anggota DPRD Fraksi PKB Jawa Timur dengan Komunitas Desabilitas

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra menyampaikan bahwa Hak politik adalah milik segenap bangsa, termasuk kaum disabilitas. Ia memastikan PKB membuka pintu lebar bagi disabilitas dalam konteks politik.

Umi Zahrok Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur mengamini bahwa Kesamaan Kesempatan untuk Disabilitas adalah keadaan yang memberikan peluang dan/atau menyediakan akses kepada Penyandang Disabilitas untuk menyalurkan potensi dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat.

Legislator Perempuan ini menambahkan pentingnya Aksesibilitas atau kemudahan yang disediakan jalur hak politik bagi penyandang Disabilitas sehingga pengembangan dan pendayagunaan seluruh kemampuan Disabilitas berkontribusi secara optimal, aman, leluasa, dan bermartabat dalam segala aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat akan nampak dalam kehidupan Demokrasi di Indonesia, kata Umi Zahrok.

Ditambahkan Umi Zahrok, bahwa Pemberdayaan Disabilitas adalah upaya untuk menguatkan keberadaan Penyandang Disabilitas dalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan potensi sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi individu atau kelompok Penyandang Disabilitas yang tangguh dan mandiri.

Karena sebagian besar penyandang disabilitas di Indonesia hidup dalam kondisi terbelakang, dan/atau miskin, adanya pembatasan, hambatan, kesulitan, dan rentan akan diskriminasi, penelantaran, pelecehan, eksploitasi, serta kekerasan dan kejahatan seksual tutur Umi Zahrok. (mak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *