Gus Muhaimin di tengah kader PKB

Gus Muhaimin; Perkuat Cinta Islam dan Indonesia, Umi Zahrok: Kekuatan PKB adalah Ulama dan Pesantren. Satukan Indonesia

Posted on

HARIANTERBIT.CO  – Bagi Partai Kebangkitan Bangsa, wujud dari bangsa yang dicita-citakan itu adalah masyarakat yang terjamin hak asasi kemanusiaannya yang mengejawantahkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan bersumber pada hati nurani (as-shidqu), dapat dipercaya, setia dan tepat janji.

Selain hal itu, mampu memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi (al-amanah wa al-wafa-u bi al-ahdli), bersikap dan bertindak adil dalam segala situasi (al-‘adalah), tolong menolong dalam kebajikan (al-ta’awun) serta konsisten menjalankan ketentuan yang telah disepakati bersama (al-istiqomah) musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial (al-syuro) yang menempatkan demokrasi sebagai pilar utamanya dan persamaan kedudukan setiap warga negara didepan hukum (al-musawa) adalah prinsip dasar yang harus ditegakkan demikian Mabda’ Siyasi PKB.

Untuk mewujudkan mabda’Siyasi PKB diatas, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Gus Muhaimin mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat semangat cinta Islam dan cinta Indonesia, disampaikan saat momentum tahun baru Hijriah 1444, Sabtu (30/7/2022).

Kenapa, karena Islam dan Indonesia merupakan entitas yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini disebabkan karena Indonesia didirikan sebagai negara yang merangkul agama-agama, bukan sebagai negara agama. Tambah Gus Muhaimin.

Mengutip hasil survei Alvara Institute terhadap 1097 generasi milenial Indonesia di 33 Provinsi pada bulan Oktober 2018, Gus Muhaimin menemukan tiga komposisi tipologi milenial Indonesia yang berkaitan dengan hubungan agama dan negara. Adapun tiga tipologi tersebut, di antaranya Nationalist-Religious Oriented sebesar 40,9%, Nationalist Oriented sebesar 35,8%, dan Religious Oriented sebesar 23,3%.

Ada 35% Generasi milenial dan Gen-Z yang berusaha memisahkan nilai-nilai religius dalam sistem pemerintahan Indonesia dan sebanyak 23% generasi milenial yang berusaha menerapkannya nilai-nilai religius di Indonesia.

” Kita harus bergandengan tangan dan semakin menguatkan kaum muda, generasi milenial dan Gen Z agar berorientasi moderat, Nasionalis-Religius dalam membangun Indonesia untuk meningkatkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam sekaligus nasionalisme, terutama di kalangan milenial dan Gen-Z karena mereka adalah masa depan bangsa Indonesia,” pungkas Cak Imin

Gus Muhaimin dalam akun facebook nya (30/07/2022) berpesan Tahun baru Hijriyah, Tahun kesempatan berbuat lebih baik lagi, lebih manfaat lagi, ayunkan langkah dengan yakin dan optimis, RahmanNYA RahimNYA pasti menyertai langkah kesungguhan kita, Amin

Kekuatan dan potensi umat Islam sangat besar untuk berkontribusi mewujudkan kemuliaan hidup dan peradaban agung, Mari kita mulai dari saling mengisi diantara kelebihan dan kekurangan kita sebagai sesama manusia. Selamat berjuang, demikian pesan melalui akun facebook nya.

Menurut Umi Zahrok Kekuatan PKB ada di Ulama dan Pesantren di lingkungan Nahdliyin, yang telah ikut andil menjadikan posisi Nationalist-Religious Oriented sebesar 40,9 % itu.

Perempuan Legislator Jawa Timur ini tidak memusingkan dengan siapa “ Koalisi “ akan dibangun dan diputuskan oleh DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Semua jajaran dan kader siap “ Satukan Indonesia “ karena PKB dengan partai-partai manapun akan selalu seiring sejalan bila untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia tambah Umi Zahrok.

Saya ( Umi Zahrok, red) sebagai warga Nahdliyin dan kader PKB selalu ingat kaidah “ al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah “ yakni “ Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik “ InsyaALLAH PKB akan selalu pegang komitmen, menjaga tali silaturrahim dengan partai-partai manapun tanpa mengurangi kesepakatan yang telah dibangun bersama.(mak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *