Masa Depan Industri Musik dan Film, serta Potensi Kreasi dan Dampak Ekonominya

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Selaku Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, DR. Muhammad Amin Abdullah, MSn, MA didampingi Tim. Menerima Audiensi beberapa ponggawa Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum Forwan Sutrisno Buyil, Rabu, 21 Desember 2022 petang.

Audensi ini terkait penyelenggaraan acara Saresehan bertajuk ‘NGUSIK’ (Ngulik Soal Musik) dan ‘NGOBRASIN’ (Ngobrol Soal Sinema). Dalam rangka menyambut Hari Musik Nasional, 9 Maret 2023 mendatang.

DR. Amin Abdullah menyambut baik kunjungan dan penyampaian Proposal acara Forwan 2023 dan memastikan akan hadir di tengah acara ini.’Apakah saya bicara atau sekadar duduk menyaksikan, jadi tamu, Insya Allah kami akan hadir,’ katanya.

DR. Amin Abdullah akan membawa pesan Menparekraf Sandiaga Uno, bahwa jajaran Kemenperaf harus berada di tengah kegiatan Seni Kreatif. Serta memberikan dukungan moral dan sumbangan pikiran para Kreator dan pendukung para Pelaku Seni Kreatif. Nggak usah dipikirin bagaimana saya datang dan pulang, pokoknya Insya Allah saya hadir,’ janjinya.

Ketua Umum Forwan Sutrisno Buyil melaporkan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Musik Indonesia. Dan acara ini berkat bekerjasama dengan PWI Depok. Melanjutkan kegiatan berkala Forwan selama 8 tahun terakhir ini.

‘Ini kegiatan pertama, setelah vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19,’ jelas Sutrisno Buyil.
Dan Saresehan yang pertama kali ini, akan fokus pada masa depan Industri Musik dan Film. Serta potensi kreasi dan dampak ekonominya.

Ludi Hasibuan yang menangani Bidang Musik dalam Sarasehan ini menyatakan, kegiatan ‘NGUSIK’ (Ngulik Soal Musik) ini. Merupakan Kick Off untuk Safari sejenis di berbagai Daerah. ‘Karena potensi Industri Musik Digital ini, sangat luar biasa. Dan Potensi Seniman kita juga luar biasa,’ katanya.

Ludi memastikan kehadiran Pelaku Industri Musik Digital dan pihak terkait tampil sebagai Pembicara, yakni Agi Sugianto (Produser TA Pro), Rahayu Kartwiguna (Produser) Muara Sipatuhar (Youtube Indonesia), Dwiki Dharmawan (Musisi/Komposer), Dharma Oratmangun (Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Negara), Erramono Soekarjo (Musisi), Tya Subiakto (Musisi) dan Arsha (Komposer).

Namun selain membahas masa depan Musik Indonesia di Era Digital, juga membahas Industri Film, yang memang bagian Industri Seni Kreatif. Dimas Supriyanto, yang bertanggung jawab di bidang acara film menyebut, semua pencapaian insan film harus mendapat apresiasi.

‘Prestasi bukan hanya dari sisi Artistik, tapi juga kemampuan mendatangkan penonton ke Bioskop. Di tengah godaan Gadget yang serba mudah menjangkau pemilik smartphone semua media. Mengajak masyarakat hadir di Bioskop bukan pekerjaan mudah. Apalagi dalam jumlah jutaan,’ katanya.

Dimas telah mendapatkan konfirmasi dari para Pelaku Industri Musik Digital dan pihak terkait untuk tampil sebagai pembicara, yakni Jhonny Syafruddin (Ketua Pengusaha Perbioskopan (Sutradara), Tommy Awuy (Filsuf) dan Awi Suryadi (Sutradara). Ody Mulya Hidayat juga konfirmasi hadir. Namun kini beliau tengah dirawat di rumah sakit.

Kegiatan ‘NGUSIK’ (Ngulik Soal Musik) dan ‘NGOBRASIN’ (Ngobrol Soal Sinema). Akan berlangsung Jumat, 17 Maret 2023, bertempat di Hotel Bumi Wiyata Kota Depok. (lan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *