Aminuddin Aziz, Kepala Badan Bahasa, Kemendikbudristek menyerahkan buku cerita anak Indonesia kepada Atase Pendidikan KBRI London, Khairul Munadi.

Kolaborasi Kemendikbduristek dan Lembaga di Luar Negeri Budayakan Bahasa Indonesia di Kancah Internasional

Posted on

HARIANTERBIT.CO-Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bekerja sama dengan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Inggris menyelenggarakan dialog bertema “Pemajuan dan Diplomasi Bahasa Indonesia: Arah dan Kebijakan”, pada Selasa (20/12). Acara ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mempromosikan dan membudayakan Bahasa Indonesia ke dunia internasional.

Bertindak sebagai narasumber yaitu E. Aminuddin Aziz, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Anggota Komisi X DPR RI, Putra Nababan.

Acara yang dilakukan secara hibrida (hybrid) ini dipandu oleh Dorothy Ferary, Kepala APPBIPA Inggris dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta luring dan daring. Peserta luring yang hadir di KBRI London berasal dari berbagai kota di Inggris, seperti Nottingham, Kent, Leeds, dan London. Sementara peserta daring berasal dari berbagai latar belakang mulai dari pegiat dan pengajar BIPA di Inggris dan Republik Irlandia, perwakilan APPBIPA baik itu di dalam dan luar negeri, perwakilan dari Badan Bahasa, Kantor Bahasa Propinsi, Balai Bahasa, serta mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam laporannya, Atase Pendidikan KBRI London, Khairul Munadi menjelaskan berbagai kegiatan yang telah diselenggarakan oleh KBRI London. Terkait dengan upaya mempromosikan bahasa Indonesia adalah webinar internasionalisasi Bahasa Indonesia dan peluncuran buku “Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN” yang ditulis oleh PPI UK. Kemudian, kegiatan pelatihan dasar untuk calon guru BIPA, serta kegiatan kelas BIPA daring.

Selanjutnya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris dan Republik Irlandia, Desra Percaya, mengutip pernyataan Nelson Mandela yaitu “If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his own language, that goes to his heart”. Menurut Desra, membuanakan bahasa Indonesia bukan hanya sekadar untuk berkomunikasi tetapi juga untuk mempererat hubungan diplomasi antarnegara.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Bahasa, E. Aminuddin Aziz menjelaskan tentang peluang-peluang internasionalisasi Bahasa Indonesia dan menyebutkan berbagai program yang telah dilakukan Badan Bahasa. Program tersebut antara lain adalah pembuatan bahan ajar BIPA serta buku-buku pendukung literasi. Salah satunya adalah buku Antologi Cerita Anak Indonesia, yang pada kesempatan ini diberikan Kepala Badan Bahasa kepada Desra Percaya. Hal tersebut sebagai simbol komitmen kerja sama antara Badan Bahasa dengan KBRI London dalam pengembangan BIPA di wilayah Inggris dan Republik Irlandia.

Dalam paparannya, E. Aminuddin Aziz juga memaparkan tentang program penugasan kepada lebih dari 300 guru BIPA di 430 lembaga. Hal ini berhasil meningkatkan jumlah pemelajar BIPA yang difasilitasi oleh Badan Bahasa, di mana dari 90.449 pemelajar di tahun 2021, di tahun 2022 angkanya naik menjadi 150.290 pemelajar.

Selain itu, program lain yang telah dikembangkan oleh Badan Bahasa adalah platform digital Halo Bahasa. Badan Bahasa juga berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan KBRI di berbagai negara serta diaspora Indonesia untuk mempromosikan dan memfasilitasi pengajaran BIPA.

Sementara itu, dalam paparannya, Putra Nababan menekankan bahwa selain pendekatan secara B2B (business to business) dan G2G (government to government), penting adanya pendekatan P2P (people to people) dalam mempromosikan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilibatkan pula masyarakat luas. Pengenalan Bahasa Indonesia di dunia internasional menurutnya akan lebih efektif ketika semua orang bergerak bersama.

Setelah seluruh narasumber selesai menyampaikan paparan, acara berlanjut ke sesi tanya jawab. Peserta nampak antusias menanyakan berbagai pertanyaan. Salah satu peserta yang hadir secara luring yakni Richard Kuhon, pegiat BIPA yang berdomisili di London, menyampaikan komentarnya tentang penyelenggaraan acara.

“Pemaparan para narasumber di acara ini sangat relevan dengan kebutuhan diaspora Indonesia yang ingin berpartisipasi dalam diplomasi Bahasa Indonesia. Khususnya untuk pegiat, kami semakin termotivasi untuk mempromosikan budaya dan bahasa Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan itu, Baetty salah satu pengajar BIPA yang berdomisili di Nottingham mengatakan bahwa kegiatan seperti ini membuat pengajar BIPA semakin semangat untuk mengenalkan Bahasa Indonesia ke tingkat internasional. (*/fs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *