Edwin Anwar Syafutra

G20 Dipuji Ekonom Muda karena Jadi Momentum Selaraskan dan Perkuat Pembayaran Lintas Batas 2023

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Tak bisa menutup mata bahwa kondisi yang tengah terjadi saat ini, negara-negara di belahan dunia sedang bersama-sama memperkuat diri, sebagaimana tagline G20 ‘Recover Together- Recover Stronger’. Karena itu, sangat luar biasa perkembangan Indonesia, apalagi menjadi tuan rumah G20 sebagai bentuk prestasi yang sangat luar biasa dalam sejarah Indonesia. Salah satunya yang menjadi sangat luar biasa adalah ‘Advancing Regional Digital Payment Conectivity’.

Maka dari patutlah untuk memberikan apresiasi dan sekaligus ucapan selamat untuk beberapa negara ASEN, karena sudah sukses penandatanganan MoU untuk kesepakatan memperkuat kerjasama dalam konektivitas pembayaran regional yang di antaranya dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bank of Thailand (BOT).

Selain itu lagi melalui bentuk kerjasama tersebut, juga menjadi momentum untuk menselaraskan inisiatif G20, dimana saat ini Indonesia menjadi Tuan Rumah G20 di tahun 2022. Tentu saja dengan upaya ASEAN yang akan diketuai Indonesia pada 2023, dalam memperkuat pembayaran lintas batas 2023, sebagai pemulihan ekonomi pasca pandemi, pengembangan peluang bisnis baru dan pertumbuhan yang lebih inklusif, Indonesia menjadi ketua dalam upaya ASEAN ini.

Menurut ekonom muda Edwin Anwar Syafutra, this is very awesome system yang mana sangat mudah bagi kita untuk transaksi antarnegara cuma menggunakan QR code dan Ewallet. “Lagi-lagi dunia Digital Payment semakin dikedepankan. Sedangkan keberadaan Fiat Money akan semakin tersingkirkan. Tentu dengan KYC yang baik setiap Ewallet dan dipantau khusus oleh Bank Central setempat ini akan jauh lebih aman serta dapat dipertanggung-jawabkan,” paparnya.

Terlebih lagi, dikatakan Edwin Anwar Syafutra lebih lanjut bahwa Gubernur BI Perry Wrjiyo memberi penegasan bahwa kerjasama tersebut merupakan batu loncatan untuk mewujudkan konektivitas pembayaran lintas batas yang lebih kuat, lebih cepat, lebih murah, lebih maju, transparan dan inklusif.

“Sebab, di tahun 2017 lalu, saya pernah membuat Super Apps untuk semua transaksi. Namun, karena regulasi yang sulit, saya Postpone meskipun Prototypenya sudah terbentuk dan bahkan sudah sempat presentasi ke beberapa pihak. Namun itulah ekonomi dan itulah Digital System, semakin hari akan semakin berkembang. Dan, kita selaku anak bangsa jangan pernah meremehkan ekonomi dan teknologi,” ungkap dia.

Menurut Edwin Anwar Syafutra, karena hal ini menjadi 2 topik yang akan selalu berkaitan untuk kemajuan dan perkembangan suatu negara bahkan dunia. “Maka itu, yuk kita sama-sama tingkatkan edukasi kita. Termasuk pola pikir kita agar siap masuk ke era society 5.0. Sekali lagi salut buat Indonesia. Jaya Indonesiaku dan teruslah besar,” ucapnya, menutup pandangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *