Penerima Anugerah Perempuan Indonesia 2022 Ini Ingin Rempah Seduh Jadi Minuman Khas Unggulan

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 19-23 Oktober 2022. Lebih dari 795 pelaku usaha dan 2.800 buyers atau pembeli dari 176 negara berpartisipasi secara hybrid. Kegiatan yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini, salah satunya diikuti oleh merek Alam Bijak dari PT Taraporter Indonesia.

“Produk Alam Bijak adalah rempah-rempah, produk utamanya adalah rempah seduh, temannya kopi dan teh,” kata Brand Owner Alam Bijak Rosita YS Wibawa, pada Jumat (28/10/2022), melalui rilis yang diterima HARIANTERBIT.CO.

Rosita yang mendapatkan Anugerah Perempuan Indonesia 2022 ini berharap, rempah seduh bisa menjadi minuman sehari-hari masyarakat, selain kopi dan teh. Apalagi, kata dia, seluruh bagian dari tanaman rempah-rempah baik dan bermanfaat untuk tubuh manusia.
Alam Bijak memberdayakan petani-petani perempuan yang berkumpul dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai daerah salah satu tujuannya untuk memastikan rantai pasok rempah yang dibutuhkan oleh Alam Bijak.

“Alam Bijak berusaha memasarkan produk ini ke Indonesia dan ke dunia. Alam Bijak diberikan fasilitas oleh Kementerian Perdagangan RI dan dikoordinir oleh GAPMMI (Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesai) untuk melakukan bussines matching dengan para buyers di dalam dan luar negeri. Seperti dengan Sri Lanka, Arab Saudi, Thailand, Amerika. Alam Bijak diadopsi oleh modern retail melalui syariah small medium enterprise (SME) yang difasilitasi Bank Indonesia,” ujarnya.

Rosita menyampaikan, bahwa sebagian hotel dan restoran kafe di Indonesia sudah memakai rempah seduh ini ke dalam menu minuman mereka. Ia berharap agar upaya ini meluas.

“Kami berharap rempah seduh ini dapat dipakai industri horeka (hotel, restoran dan kafe) dan juga rumah sakit serta klinik sehingga masyarakat Indonesia maupun dunia dapat memanfaatkan produk dari rempah-rempah Alam Bijak,” ungkap Rosita.

Rosita pun mengusulkan dalam berbagai kesempatan, supaya rempah seduh dapat digunakan dalam acara coffee break. Sehingga selain kopi dan teh, saat masa istirahat sejenak sebuah acara, juga disediakan rempah seduh sebagai sajian minuman.

“Adapun dalam memperoleh bahan untuk produk Alam Bijak, kami menggunakan sistem pertanian regenerasi atau permakultur. Prinsipnya panen dari bumi dengan cara merawat bumi. Pertanian berkelanjutan,” tandas Rosita. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *