Kadis Perhubungan Kota Depok Eko Herwiyanto jadi tersangka kasus mafia tanah.

KADIS PERHUBUNGAN DEPOK TERSANGKA KASUS MAFIA TANAH

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kadis Perhubungan Kota Depok Eko Herwiyanto tersangka kasus dugaan mafia tanah. Surat panggilan sudah dikirimkan penyidik kepada tersangka Eko beberapa hari lalu.

Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi membenarkan terkait pemanggilan tersangka kasus dugaan mafia tanah itu. “Dijadwalkan hari ini,” kata Brigjen Andi, Rabu (12/1/2022).

Dittipidum Bareskrim Polri pada awal tahun 2022 telah menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan mafia tanah, salah satunya Eko Herwiyanto.

Penyidik telah memeriksa beberapa saksi di antaranya, Nurdin Al-Ardisoma, Anggota DPRD Depok dan tersangka dari pihak swasta, Hanafi. Tersangka lainnya, yakni mantan Direktur PT Abdiluhur Kawuloalit Burhanuddin Abu Bakar batal diperiksa karena tidak penuhi panggilan penyidik pada Senin (3/1/2022) dengan alasan sakit.

Dalam kasus dugaan mafia tanah ini korbannya Mayjen TNI (Purn) Emack Syadzily, mantan Direktur BAIS. Kasus ini telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan laporan polisi (LP) bernomor LP/B/0372/VII/2020/Bareskrim pada 8 Juli 2020.

Untuk diketahui, tersangka Eko yang kini menjabat sebagai kadishub Depok saat itu masih menjabat camat Sawangan. Eko diduga terlibat dalam pemalsuan surat atas tanah tersebut.

Penyidik Bareskrim Polri seperti dikatakan Brigjenpol Andi, pihaknya sudah memiliki cukup bukti untuk menetapkan empat orang sebagai tersangka mafia tanah. Dugaan pemalsuan surat pernyataan pelepasan hak untuk kepentingan swasta yang dibuat oleh Hanafi dan Nurdin Al Ardisoma dengan dibantu Eko Herwiyanto.

Tersangka Burhanudin menggunakan surat pernyataan pelepasan hak yang diduga palsu. Surat itu dijadikan dokumen yang dilampirkan dalam permohonan penyerahan sebidang tanah milik Emack Syadzily kepada Pemkot Depok dengan peruntukan sebagai tempat pemakaman umun (TPU). Faktanya tanah tersebut tidak pernah dijual atau dipindahtangankan oleh korban kepada siapa pun. (*/omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *