Ketua Umumum Partai Emas Hasnaeni saat bertakziah ke rumah duka Max Sopacua.

MAX SOPACUA TUTUP USIA, ‘WANITA EMAS’ BERDUKA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Pendiri Partai Demokrat, Max Sopacua, meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (17/11/2021) pagi.

Ketua Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya mantan ketua Dewan Pembina Partai Emas itu. “Yang pertama saya turut berduka cita yang mendalam kepada Pak Max Sopacua,” kata Hasnaeni, dalam keterangannya, yang diterima HARIANTERBIT.co.

“Semoga Allah Swt menerima di sisi-Nya. Kita doakan, sebab semua orang akan menuju ke sana,” sambungnya.

Hasnaeni mengaku akan mengunjungi rumah duka Max. Menurut ‘Wanita Emas’, sapaan Hasnaeni, dirinya belum lama berkomunikasi dengan almarhum. Ia bahkan mengaku mengajak Max untuk bertemu, kendati tak lagi bersamanya di Partai Emas.

Ia bahkan akhir-akhir kerap mengingat Max. “Tiga minggu terakhir ini saya ada telepon, ‘Pak Max ayo dong kita ketemu, kita ngobrol’. Ya udah,” ungkap Hasnaeni.

“Setelah itu kok saya lagi ingat-ingat dia. Eh hari ini beliau dikabarkan meninggal dunia,” imbuh Hasnaeni.

Hasnaeni melanjutkan, sejak awal dirinya mengetahui penurunan kondisi kesehatan Max. Pria itu pernah melakukan operasi bypass jantung. Ini diketahui Hasnaeni saat mengajak Max bergabung dengan Partai Emas, tahun lalu.

“Waktu saya menemui beliau, pertama kali yang sangat-sangat berkesan dia bilang, ‘Saya ini sudah bypass jantung Bu. Baru saja bypass jantung, kira-kira sekitar dua bulan. Saya ingin istirahat berpolitik. Terus kasih saya waktu untuk berpikir, untuk memenuhi ajakan Ibu masuk ke Partai Emas’,” papar Hasnaeni.

Max akhirnya berlabuh ke Partai Emas, setelah dinyatakan dokter sehat. Kendati sejenak, Hasnaeni mengapresiasi kehadiran dan kontribusi Max kepada partai.

“Lalu saya ketemu lagi, satu minggu berikutnya, dokter mengatakan sangat sehat jantungnya setelah di-bypass, dan almarhum mengatakan, ‘Saya siap bergabung dengan Partai Emas. Dan menjadikan Partai Emas partai besar’. Lalu berjalannya waktu, saya tidak tahu apa-apa, KLB (Partai Demokrat) muncul,” tandasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *