ilustrasi -ist-

WAYANG JIWA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Kongkow kongkow pagi dengan mas Joko Kisworo ( Jokis)membahas tentang ajaran Ki Ageng Suryomentaram tentang ” Begjo”, tiba tiba sahabat mas Jokis entah siapa menelponnya membahas seorang dalang. Entah apa yang dibicarakan. Yang saya dengar hanya kalimat :” lebih baik menggunakan bahasa jawa”.

Tatkala mendengar hal itu sontak pikiran saya mak bedunduk keingatan akan pitutur luhur Ki Ageng Suryomentaram dapat ditampilkan melalui wayang. Saya berpikir bahwa ki Ageng mengajarkan ” Kawruh Jiwa”. Mengapa tidak dipentaskan ajaran ajaran beliau dalam suatu pertunjukan.

Tanpa mengabaikan pakem pedhalangan tetap dapat menampilkan sosok penutur luhur dengan nama Ki Gede Mbringin sebagai nama lain Ki Ageng Suryomentaram. Temanya dapat membahas ajaran ajaran dari buku Ki Ageng sebagai babon kitabnya yang dikumpulkan putranya dr Grangsang Suryomentaram. Ada lima buku yang berisi bab bab tentang kawruh jiwa.

Tentu saja improvisasi dapat dikembangkan. Tuturan ajaran Kawruh Jiwa tadi dapat di awali dengan suluk. Tentu ini bisa dilakukan dengan tembang tembang atau seloka seloka yang berisi inti dari hidup bahagia. Dalam pementasan wayang jiwa tentu juga membutuhkan dialog yang kadang lugu lucu nyebelin hingga menjungkirbalikan fakta. Tokoh lucu lugu jujur namun sakti mandraguna dan berbudi luhur dapat ditokohkan dengan nama :” Sluman, Slumun, dan Slamet”.

Sluman Slumun dan Slamet sejatinya merupakan satu kesatuan yaitu jiwa yang eling dan pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dialog dialog antara Ki Gede dengan masyarakat kebanyakan dan dengan punokawan Sluman Slumun Slamet dapat menjadi suatu adengan ” guyon parikeno, guyon maton”.

Semu ini menjadi ikon dan simbol atas jiwa yang hidup. Jiwa yang bahagia yang ditemukan dalam hidup dan kehidupannya. Tentu saja manusia yang bahagia dengan jiwa jiwa merdeka, jiwa yang penuh ketulusan hati yang bebas dari berbagai belenggu jiwa. Semua ini sejatinya untuk sangkan paraning dumadi.

Urip ono lelabuhan dan menjadi berkat bagi hidup dan kehidupan. Manfaat atas keberadaan sebagai manusia yang menginspirasi menjadi enerji positif membangun sesuatu dengan guyup rukun. Ada kepekaan kepedulian serta bela rasa bagi semakin manusiawinya manusia. (CDL) Laras asri 151021

Leave a Reply

Your email address will not be published.