Geraldy Sinaga SH dari Law Office Geraldy Sinaga & Partners sebagai kuasa hukum Hendra.

PT BIRO ASRI PECAT KARYAWAN TANPA PESANGON

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Seorang karyawan bernama Hendra, dipecat secara sepihak oleh perusahaan tempatnya bekerja sejak 24 Juni 2021 dan tidak diberikan pesangon sama sekali, bahkan sudah tidak mendapat gaji lagi dari PT Biro Asri yang berlokasi di Jalan Tanah Abang II No 53 Jakarta Pusat.

Perusahaan kontraktor sipil tersebut beralasan, bahwa karyawan bernama Hendra tersebut di-PHK karena menolak untuk dirotasi padahal tidak pernah diberitahukan secara resmi mengenai keputusan pemindahan lokasi tugas tersebut, dan PHK tersebut terkesan dibuat-buat di mana pemberian SP 1, 2 dan 3 diberikan dalam rentang waktu yang berdekatan, serta ada upaya juga sebelumnya untuk memaksa Hendra menandantangani surat pernyataan bahwa Hendra bukanlah karyawan PT Biro Asri akan tetapi karyawan dari keluarga Iskandar.

Hendra, warga Kebon Pedes Bogor, sudah bekerja di PT Biro Asri sejak Maret 2007 sebagai sekuriti dengan status karyawan tetap. Sebagai karyawan tetap, Hendra tidak pernah didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan, padahal tugasnya mengandung risiko cukup tinggi. Atas kejadian yang menimpanya tersebut, kemudian ia menunjuk Geraldy Sinaga SH dari Law Office Geraldy Sinaga & Partners sebagai kuasa hukum untuk membantunya.

Penolakan PHK dan undangan perundingan bipartit telah dilakukan sebanyak dua kali kepada perusahaan, akan tetapi PT Biro Asri tidak beriktikad baik tidak mau berunding dengan beralasan tidak mempunyai urusan dengan Hendra, karena Hendra bukanlah karyawannya. Atas tanggapan negatif tersebut, kemudian perselisihan tersebut dicatatkan ke Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Jakarta Pusat dengan nomor surat 07/SUR-GS/VII/2021 tertanggal 17 Juli 2021.

Sudinakertrans Kota Jakarta Pusat kemudian menanggapi surat tersebut dengan membuat panggilan klarifikasi kepada para pihak yang berselisih pada tanggal 18 Agustus 2021, namun pihak PT Biro Asri tidak datang. Dalam dua kali sidang mediasi pada tanggal 2 September dan 10 September 2021, PT Biro Asri hanya mengutus dua orang karyawannya dan tetap berkeras mengatakan bahwa Hendra bukanlah karyawan PT Biro Asri tanpa menunjukkan bukti atas argumentasinya tersebut, bahkan PT Biro Asri tidak mempunyai peraturan perusahaan yang dijadikan dasar alasan PHK. Pihak pekerja telah menunjukkan dan menyerahkan bukti dokumen hubungan hukum dengan PT Biro Asri seperti slip gaji, surat tugas, SP 1 sampai 3 dan lainnya kepada mediator.

Bukti-bukti tersebut cukup kuat, imbuh mediator, namun masih dibantah bahwa bukti dokumen tersebut adalah kesalahan administrasi. Pihak mediator kembali memanggil pimpinan perusahaan PT Biro Asri dalam mediasi ketiga, namun pimpinan PT Biro Asri tetap tidak mau hadir. Geraldy Sinaga SH mengatakan, bahwa pihaknya ingin mendapatkan keadilan atas perlakuan semena-mena dari PT Biro Asri dan juga nilai kompensasi yang pantas sesuai peraturan ketenagakerjaan, dan meminta mediator Sudinakertrans untuk segera mengeluarkan anjuran karena PT Biro Asri tidak beriktikad baik untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.

“Kami akan membawa persoalan ini ke PHI agar klien kami mendapatkan keadilan dan kepastian hukum atas ketidak adilan ini,” kata Geraldy Sinaga SH, Kamis (23/9/2021), dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *