Ilustrasi ist

PELAJARAN KEHIDUPAN DARI KISAH MAHABARATA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Tatkala menghayati kisah kisah dalam Mahabarata di dalamnya banyak nilai nilai keutamaan yang merupakan pelajaran dari kehidupan. Kata kata janji atau sumpah adalah doa. Sumpah serapah adalah bagian dari kutukkan yang mendatangkan karma.

Kejujuran kebenaran dan keadilan akan mengalahkan angkara murka yang penuh ketamakan kelicikkan serta kejumawaan. Dan pada akhirnya karma atas kutukkan itulah yang mengakhirinya. Ada yang diberi kesempatan bertobat dan melepaskan jerat dan belenggu belenggu keduniawian. Namun ada juga yang terus saja digulngg terus hingga dalam penderitaan yang abadi.

Beberapa nilai nilai keutamaan bagi pelajaran bagi hidup dan kehidupan yang dapat menjadi refleksi atas kejumawaan dan kelemahan serta keterikatan akan keduniawian.
Kekuatan jiwa dengan ketulusan kejujuran akan menuntun pada jalan kebaikkan dan kebenaran.

Tatkala hidup tanpa kekuatan jiwa maka akan terombang ambing, hidup sekedar ikut ikutan. Jati diri tak akan ditemukan jeratan dunia hidupnya sebatas untuk melampiaskan hajat kepentingan kekuasaa. Kekuasaan tiada lagi untuk pencerahan buahnya malah berupa pembodohan dan pembusukkan dan kesengsaraan panjang.

Hidup tak semua dapat diatasi sendiri namun juga memerlukan media. Harus diingat bahwa media bagai aspal cair panas lekat lengket tatkala yang dimasukkan benang kusut tatkala diangkat maka kecil kemungkinan mengurainya. Yang berperan menjadi media tatkala penuh kelicikkan maka ketamakan dan pelampiasan hawa napsu akan terhambir hambur tanpa lendali ke mana saja.

Tatkala kebenaran sudah dibutakan maka yang ada di matanya hanya kesalahan keburukkan semata cara memandangnya. Tiada lagi kebaikkan apalagi perbaikkan. Kebijakannya semakin jauh dari kebijaksanaa. Semua hanya ada menghalalkan segala cafa untuk pemenuhan ambisinya yang sarat dengan sifat yang ambisius. Semua sisinya sudah menjadi sarang kebencian.

Edukasi sebagai suatu upaya transformasi pengetahuan, ketrampilan dan ketangguhan walau dari guru yang unggul namun penyerapan para muridnya akan berbeda terutama pada bidang moralitas. Ilmu dan pengetahuan jika tanpa moralitas akan hampa dan menjadi penyebab kerusakan dan pemderitaan panjang.

Kuasa dan kekuasaan hakekatnya adalah untuk membangun peradaban dan mencerahkan tatkala itu dilupakan apalagi diabaikan makan akan menjerumuskan dan disalahgunakan.Kuasa akan menjadi konsekuensi sebagai mahkluk sosial.

Dimana yang dituntut adalah patuh dan taat pada kesepakatan dan memenuhi kewajiban walaupun memiliki hak. Lagi lagi siapa yang berkuasa akan sangat menentukan untuk penguasaan dan pendominasian atas sumber sumber daya.

Tatkala kuasa ada pada orang yang baik dan benar maka akan mencerahkan dan membawa kepada keadilan dan kesejahteraan, karena landasannya ketulusan. sebaliknya pd orang2 salah dan jahat maka kuasanya akan membusukkan dan penuh kepura puraan, karena landasannya keeerakahan dan kebencian. Kebencian membutakan menulikan bahkan dapat menggilakan.

Kuasa dan kekuasaan itu juga bagian dari seni oleh sebab itu di situ ada jembatan harmoni peradaban walau ada duka lara sekalipun. Apa yang ditangkap indera atas hidup dan kehidupan akan berdampak pd suasana hati dan jiwa yg terekam memori. Suka duka dan bilur bilur dan luka kehidupan terobati melalui seni.

Di samping itu seni merupakan kecerdasan jiwa yang menjadi solusi bagi bahagia dan bijaksana dalam menjalani hidup dan kehidupan. Dalam kuasa dan kekuasaan ada sejarah yang mencatat atas hidup dan kehidupan dengan konsisten terperinci sesuai daengan fenomena yang terjadi akan menjadi literasi atas suatu peradaban.

Di dalam sejarah manusia dalam era apapun ada media atau orang orang yang menjadi penghubung yang seakan menjadi pilar kehidupan. Di mana media difungsikan dalam banyak hal kepentingan dari baik buruk hingga kebaikan dan keburukan, salah benar hingga kesalahan dan kebenaran bahkan pembenaran.

Tak jarang malah menjadi ajang pengadilan sosial. Dalam media di situ menjadi ajang sosialisasi bisa sja yang terkait kepribadian seseorang yang sebenarnya akan terlihat dari ksatria hingga pengecut penakut bahkan penghianat akan terefleksi. Kekuatan media sangat luar biasa tergantung bagai mana memberdayakannya.

Menjalani hidup adalah panggilan dan sebagai jalan hidup yang semestinya dapat dibangun kesadaran dan terus menabur kebaikan, melakukan perbaikan akan membawa kepada kebenaran. Hidup dengan keutamaan akan membuka jalan kebaikkan dan kebenaran.

Kepandaian tatkala bersatu dengan kekuasaan, tatkala moralitas terbatas maka akan mengancam, menindas bahkan melibas banyak orang. Konsekuensi atas kuasa dsn kekuasaan bagi kehidupan sosial adalah memperjuangkan untuk terwujud, terjaga dan terpeliharanya keteraturan sosial.

“Patriotisme” : sepanjang jaman bagi suatu bangsa dan negara untuk terus berjuang agar mampu berdaulat berdaya tahan berdaya tangkal bahkan berdaya saing. Kata kata dapat membangkitkan patriotisme. Karena biasa saja setajam pisau atau bahkan belati yang membakar semangat bagi kesatuan dan persatuan. Melukai dan menusuk hati. Bahasa bukanlah sebatas makna namun juga dengan rasa jiwa.(cdl) Cikoko 109021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *