BPPT MENGGELAR BUSINESS GATHERING 2021 SECARA DARING

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar acara Business Gathering 2021 secara daring dalam format talk show. Kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini merupakan implementasi dari Undang-undang Sisnas Iptek Pasal 31 ayat 2.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Pusyantek bagi BPPT merupakan pilar utama dalam menjalankan berbagai peran strategis dan gerbang utama layanan teknologi BPPT.

“Selain itu, Business Gathering ini merupakan media komunikasi sekaligus ajang appresiasi kepada mitra-mitra BPPT atas sinergi dan kolaborasi dalam layanan teknologi, intermediasi teknologi, alih teknologi dan komersialisasi teknologi produk inovasi BPPT,” kata Hammam, pada acara Business Gathering 2021 secara daring, Rabu (18/8/2021), yang dilansir HARIANTERBIT.co, dalam rilis BPPT.

Bahwa, tambah Hammam, penguasaan teknologi, inovasi dan layanan menjadi kata kunci bagi BPPT dalam mendorong percepatan pembangunan bangsa, peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa untuk menghela pertumbuhan ekonomi. Sesuai dengan UU Sisnas Iptek, BPPT sebagai lembaga kaji terap memiliki tugas untuk menghasilkan inovasi dan bertanggung jawab terhadap pendayagunaan teknologi dan keberhasilan penerapannya melalui tujuh peran BPPT yakni perekayasaan, kliring teknologi, audit teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi iptek dan komersialisasi teknologi.

Lebih lanjut Hammam mengungkapkan, dengan tujuh peran tersebut, BPPT terus melaksanakan kaji terap teknologi terkait Program Riset Nasional maupun Program Prioritas Nasional guna mendukung upaya-upaya menuju kemandirian industri nasional dalam berbagai bidang, terutama pada sektor-sektor yang memerlukan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Tentunya terkait peran strategis BPPT dalam tim nasional P3DN yang juga sebagai lembaga Litbangjirap yang memiliki portofolio lengkap dalam pengembangan berbagai inovasi,” ujarnya.

BPPT, kata Hammam, dalam Timnas P3DN ditunjuk sebagai Sekretariat Pokja Pemantauan bersama dengan beberapa Lembaga dan Kementerian lain yang bertugas memantau rencana pengadaan dan realisasinya pada proyek-proyek strategis nasional. Selain itu melalui layanan teknologi yang dilaksanakan Pusyantek, BPPT lanjut Hammam dipercaya untuk melakukan pedampingan untuk peningkatan TKDN di beberapa megaproyek strategis di Pertamina dan PLN.

“Kerja sama sinergis ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kapasitas produksi industri dalam negeri, meningkatkan kemandirian dan daya saing global serta berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hammam.

Sementara itu, Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dalam arahannya memberikan appresiasi kepada BLU Pusyantek BPPT yang telah banyak berkontribusi dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi melalui layanan teknologi yang telah diberikan dengan melibatkan mitra pemerintah, pelaku bisnis, periset, asosiasi dan media. Hal ini sejalan dengan tujuan pembentukan BRIN untuk menciptakan Ekosistem Riset dan Inovasi yang jauh lebih baik.

BRIN, menurutnya, memiliki beberapa target untuk menciptakan fondasi ekonomi Indonesia berbasis riset yang kuat dan berkesinambungan dengan fokus ‘digital green blue economy’, sebagai gerbang utama pelayanan teknologi dan hilirisasi teknologi. “BLU Pusyantek harus terus berinovasi, terus bergerak menjadi yang terbaik,” tandas Laksana.

Sekretaris Utama BPPT Dadan M Nurjaman yang juga pembina teknis BLU Pusyantek menyampaikan, BLU Pusyantek telah menjadi mitra layanan inovasi teknologi yang terpercaya bagi banyak Lembaga Pemerintah (K/L/Pemda), BUMN, industri swasta dan masyarakat.

Dengan kebijakan ‘one gate policy services’, didukung dengan beragamnya inovasi yang dihasilkan oleh unit-unit Jirap di BPPT serta tenaga-tenaga ahli yang profesional dan kompeten serta fleksibilitas dalam pendayagunaan dana menjadikan Pusyantek dipilih banyak pengguna layanan untuk mendapatkan solusi teknologi.

Dalam dua tahun terakhir, Dadan menyebut, Pusyantek banyak menangani proyek-proyek strategis terkait peningkatan TKDN, terutama proyek yang berasal dari PT INKA, Pertamina dan PLN.

“Sejak dari pendampingan manufaktur, evaluasi FEED, evaluasi TKDN pada infrastruktur, evaluasi vendor, pendampingan vendor untuk meningkatkan kualitas dan kapasitasnya dan masih banyak lagi,” katanya.

Untuk kinerja komersialisasi teknologi/lisensi, lanjut Dadan, dalam lima tahun terakhir Pusyantek telah membukukan royalti atau bagi hasil sebesar lebih dari 12,6 miliar. Banyak produk inovasi BPPT yang dimanfaatkan dan didayagunakan untuk membantu penanganan Pandemi Covid-19. Dalam memberikan pelayanan prima, Pusyantek juga terus berbenah dan terus bertransformasi ke arah layanan digital dengan membangun aplikasi marketplace teknologi online bernama New Transformer.

“Aplikasi New Transformer hadir sebagai intermediator yang mempertemukan antara mitra industri dengan penyedia teknologi dan diharapkan menjadi solusi untuk kebutuhan teknologi. Selain itu beberapa aplikasi juga telah digunakan sebagai piranti pendukung kelancaran pelayanan seperti ‘Sipejuang’ dan ‘Pandawa’,” tuturnya.

“Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para mitra atas kerjasama sinergis dan loyalitasnya menggunakan layanan Pusyantek, maka pada Business Gathering 2021 ini disampaikan penghargaan kepada tiga mitra terbaik dari kategori instansi pemerintah, BUMN dan industri swasta yang telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam implementasi TKDN,” imbuh Dadan. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *