Tersangka penyebar teror makanan ringan berisi potongan pisau silet ditangkap penyidik Polres Jember.

POLISI RINGKUS PELAKU TEROR MAKANAN RINGAN CAMPUR SILET

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Pelaku teror dengan cara memberikan makanan ringan berupa wafer yang dicampur potongan pisau silet kepada anak-anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur ditangkap polisi. Alasan pelaku berinisial AB (42) sebagai syarat untuk tolak bala.

Pelaku tinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Manggis, Kelurahan Jember Lor, Kabupaten Jember.

“Pelaku kami tangkap saat nongkrong di sebuah depan RSD dr Soebandi Jember,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Rabu (4/8/2021).

Kepada polisi pelaku AB mengakui perbuatannya telah menyebarkan dan mengemas makanan ringan berupa wafer merk superstar yang di dalamnya berisi serpihan besi berbahaya. Ketika rumah pelaku digeledah, polisi menekan beberapa bahan dan alat membuat makanan yang berisi pecahan potongan benda tajam berbahaya.

Sejumlah barang bukti telah diamankan polisi untuk bahan penyidikan berupa, lima buah makanan wafer merek Super Star yang sudah diisi potongan benda tajam berbahaya, tiga buah gunting, 1 buah tang potong, 1 buah tang catut, 1 buah toples kecil berisi seng, silet, kawat berapa jenis paku dan bahan besi lainnya, 2 buah korek api serta 1 buah kotak tempat membuat makanan.

Aksi teror ini dilakukan AB pada Sabtu (31/7/2021) siang dengan cara membagi-bagikan makanan ringan yang disisipi serpihan benda tajam kepada anak-anak. Saat kejadian, ada seorang anak berusia enam tahun didatangi pelaku dan bermaksud memberikan tiga buah makanan ringan berupa wafer.

Namun anak itu menolak pemberian pelaku dam lari pulang ke rumahnya. Karena kesal, pelaku lalu melempar makanan ringan itu ke atas rumah yang kemudian diketahui milik Yasin lalu pergi.

Makanan itu kemudian diambil dan dibuka hingga dicicipi, namun kemudian memuntahkannya karena terasa ada benda keras di dalam makanan ringan tersebut. Beruntung makanan bercampur bemda berbahaya itu belum sempat ditelan.

Setelah ibunya menemukan ada benda tajam berbahaya pada makanan itu, keluarganya melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke SPKT Polsek Patrang dan pelaku ditangkap. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *