POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK RINGKUS PASUTRI DIDUGA MENJUAL SERTIFIKAT VAKSIN PALSU

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara meringkus pasangan suami istri (pasutri) berinisial AEP dan TS karena diduga menjual surat-surat palsu seperti KTP, NPWP sampai sertifikat vaksinasi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana, didampingi Wakapolres Kompol Yunita Rungkat dan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero, mengatakan, tersangka berinisial AEP sudah satu tahun melakukan bisnis haramnya tersebut setelah usahanya terdampak covid 19.

“Sudah satu tahun kami melakukan penyeldikan sejak April 2020 setelah adanya pandemi Covid-19 mereka melakukan penawaran lewat online,” kata AKBP Putu Kholis Aryana, Rabu (28/7/2021), dalam rilis yang diterima HARIANTERBIT.co.

Kedua pelaku melakukan aksinya bersama satu orang pelaku lainnya berinisial K yang masih buron. “Ada satu pelaku lainnya berinisial K yang masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Penyidik melakukan penangkapan kedua pelaku dikawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Kedua pelaku kami tangkap di Bogor,” ujarnya.

Kapolres AKBP Kholis mengungkapkan, pelaku menjual sertifikat vaksinasi lewat media sosial (medsos) seharga Rp300 ribu. Tergantung bagimana negonya mungkin harga variatif, karena tingginya permintaan sertifikat. “Permintaan ini meningkat setelah syarat kegiatan harus memiliki bukti vaksinasi,” ungkap Kholis.

Penyidik masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa orang yang berurusan dengan kedua pelaku. Pemeriksaan kami pilah-pilah untuk fokuskan dulu siapa pemohon nanti kami periksa.

AKBP Kholis mengimbau kepada warga untuk tidak tergiur apabila ada warga yang menawarkan sertifikat vaksinasi dengan membayar sejumlah uang. Pasalnya, Polri sudah menyiapkan gerai vaksinasi secara gratis.

“Masyarakat agar berhati-hati jangan menempuh dengan cara melanggar hukum. Pemerintah telah mengadakan vaksinasi untuk dimanfaatkan gerai vaksinasi,” tandas Kholis.

Dari tangan kedua pelaku penyidik menyita barang bukti 1 buah komputer, 1 buah alat pemotong kayu, 1 buah alat laminating dan stabiliser, 3 buah printer scanner, 1 unit hardisk warna hitam, 2 dus kartu PVC polos, 4 buah sertifikat vaksin Covid-19, 15 buah stempel, 1 unit mobil Mobilio hitan B 2386 SRS, 1 buah token BCA, 22 kartu ID card kosong, 15 buku tabungan, 8 buah ATM, 4 buah BPJS, 1 buah SIM, 14 buah NPWP, 3 buah kartu member Prudential, 45 buah blanko KTP, 4 buah ponsel dan 1 buah haider.

“Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 35 junto Pasal 51 Ayat 1 dan atau Pasal 32 junto Pasal 48 ayat 1 UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2007 tentang ITE dan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun penjara atau denda Rp12 miliar,” tandasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *