Ketua KPK Firli Bahuri.

KETUA KPK JANJI USUT TUNTAS KASUS PENGADAAN LAHAN DI PEMPROV DKI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Siapa pun yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur akan diproses secara hukum. Ketua KPK Firli Bahuri berjanji akan mengusut siapa saja terlibat tanpa pandang bulu dan jabatannya.

Tim penyidik KPK hingga kini terus mengusut kasus dugaan korupsi yang terjadi pada tahun 2019 itu.

“KPK tidak pernah ragu dan pandang bulu untuk menyelesaikan perkara korupsi, siapa pun dan apa pun status jabatan seseorang,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Dalam pengusutan sebuah kasus, KPK tetap berpegang pada prinsip kecukupan bukti dalam menangani kasus dugaan korupsi.

“KPK memahami keinginan dan harapan masyarakat agar ada penuntasan perkara-perkara korupsi sampai ke akar-akarnya termasuk kasus korupsi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

Kesinggung apakah KPK sudah menentukan waktu pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk dimintai keterangan dalam kasus tersebut, Firli mengatakan pemanggilan itu tergantung dari kepentingan penyidikan.

“Pemanggilan tentunya mempertimbangkan kepentingan penyidikan, melengkapi alat bukti atau memberi keterangan sebagai saksi berkaitan tersangka sebelumnya ataupun bisa ditemukan potensi pengembangan baru dari kasus tersebut,” tuturnya.

Diakui Firli, pihaknya akan menjadwalkan untuk memanggil para pihak yang terkait kasus dugaan korupsi tersebut.

“KPK akan menyampaikan kepada publik secepatnya, mungkin minggu ini atau minggu depan. KPK terus melakukan yang terbaik,” tegasnya.

Terkait kasus ini, KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI), dan satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

Kuat dugaan akibat permainan kotor para tersangka, KPK menduga ada kerugian keuangan negara sekitar Rp152,5 miliar. Meski sudah menetapkan lima tersangka, pengusut kasus itu akan terus dikembangkan untuk mengungkap adanya tersangka lain di balik kasus tersebut. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *