SALAM SENI KARTUN DAN KARIKATUR

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Yang saya hormati dan banggakan bapak ibu saudara dan rekan rekan seniman kartun dan karikatur juga para akademisi pemerhati hingga kritikus seni.

Indonesia sebagai bangsa dan negara yang berbhineka yang diakui super power seni budayanya oleh Unesco. Tentu senimannya juga amat banyak dan beragam termasuk kartun dan karikatur.

Kartun penggeli hati membuat tawa canda walau dalam keadaan duka dapat menjadi jembatan jiwa bergembira. Taman taman hati yang sarat dengan kelucuan telah ditorehkan dari masa ke masa.

Para kartunis dalam perkembangannya memerlukan modernisasi dan disrupsi penyajiannya pengemasannya dan marketingnya. Kartun saatnya memasuki dunia industri dan mengelaborasi dg digital art atau seni kontemporer.

Konteks cerita yg ikonik yg sarat makna dan nilai2 luhur bangsa sbg bagian mencerdaskan bangsa. Kita bisa melakukan bench mark dg industri kartun dari kelompok walt disney, hanna barbera, kelompok2 manga jepang, kelompok2 eropa bahkan china. Kesemuanya sarat ide ide cerdas yg mendunia dan melegenda.

Karikatur sbg pencerahan, kritik sosial dan kehidupan yg sarat dg permasalahan pd gatra kehidupan yg digambarkan dg surealis satir dan karikatural. Model guyon maton atau guyon parikeno.

Kecerdasan sang karikaturis terlihat pd ide teknik dan kritik tegas namun tetap santun dalam penyampaiannya. Yang dikritik tidak marah walau kuping atau wajahnya memerah namun tetap diikuti senyuman bahkan tertawa lebar. Dampaknya ada penyadaran dan transformasi kebaikan dan kebenaran.

Kartun dan karikatur sama sama mencerdaskan menghibur dan memberi ruang bagi para senimannya berkarya melampiaskan ide gagasan cerdas dalam bentuk rupa. Apa yg telah dirintis dan dicapai para sesepuh senior kartunis dan karikaturis sangat luar biasa dan menorehkan tinta emas sejarah seni di Indonesia.

Saatnya membangun literasi seni kartun dan karikatur. Ini bisa dari masa ke masa. Dapat juga dari tekniknya. Bisa dari orangnya atau latarbelakang dan gayanya. Dan galeri karyapun dapat ditampilkan secara digital maupun aktual.

Pada era digital seperti sekarang ini para begawan kartun dan karikatur serta para akademisi media dan praktisi dapat diajak berdialog. Menurut saya seni merupakan dialog antara indera dg jiwa yg dapat menelusuri relung hati si seniman dalam karya melalui imaji.

Mengacu usulan pak Darminto dan pak Itok Isdiyanto tentang Quo Vadis kartun dan karikatur Indonesia sbg gagasan cerdas dan luar biasa yg dpt mjd wadah bagi siapa saja yg peka dan peduli akan kartun dan karikatur Indonesia dahulu sekarang dan masa depanm semua bisa dilakukan dalam dialog podcast juga pendumpulan data atau cv dan galeri karya.

Kata John F Kenedy :” Kalau bukan kita siapa lagi kalau bukan dari sekarang kapan lagi” Salam budaya semoga semangat sehat dan SmArt. (Cdl) Kopi eva 220721

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *