HARIANTERBIT.CO – Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) mendesak Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Papua.
Hikmahbudhi angkat bicara terkait pernyataan Mensos Tri Rismaharini atau Risma yang mengancam pegawainya dipindahkan ke Papua saat sedang marah di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung, pada Selasa (13/7/2021) lalu.
Ketua Umum PP Hikmahbudhi Wiryawan mengatakan, pernyataan Risma mengandung sikap rasialisme yang merendahkan martabat dan menyakiti perasaan orang Papua.
“Kami sangat kecewa, kenapa pejabat negara sekelas menteri bisa memiliki sikap rasis begini,” ujar Wiryawan, Jumat (16/7/2021), dalam keterangannya yang diterima HARIANTERBIT.co.
Selain menghina persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, sambung Wiryawan, saya kira Ibu Menteri pun sedang mengkhianati Pancasila. Perilaku diskriminatif begini tentunya tidak bisa ditolerir, bangsa Indonesia adalah bangsa yang dibesarkan oleh gotong-royong dan persatuan nasional, sehingga jangan pejabat-pejabat negara ini mencontohkan yang tidak baik bagi generasi penerus bangsa.
“Sejauh ini kami belum melihat ada permintaan maaf dari Menteri Sosial, tentunya ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kami. Apakah Menteri Sosial membenarkan perilaku rasisnya atau beliau memang tidak sengaja,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Presidium Pusat Hikmahbudhi Ravindra pun menyayangkan pernyataan tersebut.
“Papua ini sudah mengalami kekerasan dari negara sejak puluhan tahun lalu, tidak heran mereka ingin merdeka jika diperlakukan begini Oleh pejabat negara Indonesia,” tandasnya.
“Ayolah, Ibu Menteri segera minta maaf kepada saudara-saudara kita di Papua,” imbuh Ravindra. (*/rel/dade)




