Oknum Satpol PP Gowa terlibat keributan dengan wanita pemilik warung kopi.

VIRAL!!! WANITA HAMIL DIPUKUL SATPOL PP SAAT OPERASI PPKM DI GOWA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Viral!!! Aksi arogan dan main pukul yang diperlihatkan oknum Satpol PP Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikecam banyak pihak. Apalagi pemukulan dilakukan terhadap seorang wanita yang sedang hamil.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Kamsinah menyesalkan, aksi salah satu Anggota Tim Pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kabupaten Gowa. Pemukulan terjadi saat pemantauan aktivitas malam.

Korbannya pasangan suami istri pemilik warung kopi di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, Sulsel.

“Kami tidak menyangka dalam pengawasan yang saya pimpin semalam itu ada miskomunikasi antara anggota Satpol PP dengan pemilik warkop yang kami singgahi saat di cek aktivitas malamnya berujung insiden keributan,” kata Kamsinah, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, insiden itu berawal ketika tim turun melakukan patroli ke arah Kecamatan Pallangga dan Bajeng. Tujuannya guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat, banyak pelaku usaha yang masih berjualan makan dan minum di tempat.

Informasi yang didapat, pada Rabu (14/7/2021), sekitar wilayah tersebut di atas pukul 19.00 Wita masih ada pelaku usaha yang tetap beraktivitas. Sementara dalam aturan hanya boleh berjualan atau menerima makan minum di tempat hingga pukul 19.00 Wita.

Dalam perjalanan rombongan menuju daerah Pallangga dan Bajeng, Kamsinah dan tim mendengar adanya keributan yang berasal dari suara musik di salah satu warung kopi.

“Sampai di depan Kantor Desa Panciro, kita berhenti karena mendengar suara musik besar dari salah satu warkop,” tutur Kamsinah.

Setelah mendengar suara musik, tim lalu masuk ke warung kopi yang kebetulan pintunya masih terbuka. Tim yang dipimpin Kamsinah selaku Pj Sekda Gowa memasuki tempat usaha itu.

Tim menemui pemilik warung guna menyampaikan agar mengecilkan volume musik karena ditakutkan akan menganggu masyarakat sekitar atau mengundang pengunjung datang.

“Jadi kita masuk, alhamdulillah menyampaikan kepada pemilik warkop dengan sopan. Kalau bisa suara musiknya dikecilkan atau dimatikan saja. Karena ini akan mengundang orang untuk datang,” lanjutnya.

Kamsinah melanjutkan, dirinya bersama tim juga meminta pemilik warung kopi untuk menutup pintu karena sudah di atas pukul 20.00 Wita. Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Gowa terkait Perpanjangan PPKM Mikro.

Sebab, sesuai surat edaran kondisi warung itu melanggar karena masih buka di atas pukul 19.00 WIta. Apalagi disertai dengan suara musik yang besar sehingga bisa mengundang dan memancing orang datang.

Setelah tim memberikan penjelasan kepada pemilik warung kopi, dirinya langsung meninggalkan usaha tersebut. Hanya saja salah satu petugas masuk kembali untuk mempertanyakan izin operasi warung kopi tersebut.

Saat itulah mulai terjadi miskomunikasi yang menyebabkan keributan antara petugas dan pemilik warung kopi.

“Kalau terkait insiden ini mungkin karena kesalahpahaman antara pemilik dan petugas kami sehingga sama-sama emosi dan menimbulkan keributan. Karena kita mulai awal di sana bicara sopan. Saya berharap insiden ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Masyarakat diminta menyukseskan PPKM Mikro yang akan berlangsung hingga tanggal 20 Juli mendatang. PPKM ini merupakan sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Gowa agar pandemi Covid-19 ini cepat berakhir.

Peristiwa ini viral di media sosial membuat warganet geram dan mencari tahu siapa oknum anggota Satpol PP yang dituding tidak persuasif dalam menegakkan aturan. Ada juga yang menyebutkan, pengusaha warkop yang memancing keributan. Karena melempar petugas saat melakukan razia. Kasus ini pun sudah dilaporkan dan dalam penyelidikan polisi.

Sementara itu, Ivan pengusaha warung kopi di Kabupaten Gowa yang didatangi petugas mengaku menerima perlakuan tidak sopan dari anggota Satpol PP. Selain itu dia dan istrinya mengaku dianiaya di dalam rumah yang juga dijadikan tempat usaha warung kopi.

Kepada wartawan, Ivan menceritakan kronologis peristiwa. Awalnya sejumlah Anggota Satpol PP yang melakukan razia PPKM masuk ke dalam warkop. Saat itu suasana warkop sepi. Tapi Ivan dan istrinya masih menyalakan musik dengan alasan sedang melakukan usaha online.

Salah seorang anggota Satpol PP disebut menegur istri Ivan karena berpakaian seksi dan dianggap kurang sopan.

“Jadi istriku marah. Kenapa razia PPKM dihubungkan dengan baju. Itu kan warkop sekaligus rumah. Jadi wajar pakaian tidur,” ungkap Ivan.

Tidak lama kemudian seorang anggota Satpol PP dengan identitas di baju bernama Dhani masuk kembali ke dalam warkop langsung menghampiri istri Ivan yang sedang duduk.

Saat itu Ivan merekam menggunakan ponsel sehingga terjadilah keributan dan pemukulan terhadap Ivan dan istrinya. Tidak terima dengan peristiwa ini, Ivan dan istrinya kemudian pergi melapor ke kantor polisi. Di kantor polisi, istri Ivan pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *