SEKJEN LRJ: RUPTL 2021-2030 BELUM DISAHKAN, ARIFIN TASRIF GAGAL SEBAGAI MENTERI ESDM

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) Ridwan Hanafi meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera merampungkan Rencana Usaha Penyedia Tenaga Listrik (RUPTL), sebab hal ini menjadi pedoman dan acuan pengembangan sarana kelistrikan PT PLN dalam memenuhi kebutuhan tenaga listrik di wilayah secara lebih efisien dan lebih baik.

Masih banyak daerah yang belum menikmati layanan listrik, faktanya seperti di Kalimantan Tengah, ada 407 desa dari sekitar 1.432 desa yang masih belum mendapatkan aliran listrik dari PLN.

“Padahal, kalau dilihat dari RUPTL tahun 2017-2026, 2018-2027, dan 2019-2028 ada beberapa pembangkit mulut tambang yang akan dibangun di daerah Kalimantan Tengah, seperti Kalselteng tiga, Kalselteng empat dan Kalselteng lima,” kata Ridwan, Senin (21/6/2021), saat aksi di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen-ESDM).

Ridwan mengungkapkan, RUPTL 2019-2028, Neraca Daya Sistem Kalseltengtimra akan mendapat tambahan daya listrik dari PLTU mulut tambang (MT) sebesar 100 MW pada tahun 2024, dan 100 MW pada tahun 2025 dari PLTU Kalselteng tiga, kemudian tambahan daya 100 MW pada tahun 2026 dan 100 MW lagi pada tahun 2027 dari PLTU Kalselteng empat serta tambahan daya 100 MW pada tahun 2028 dari PLTU Kalselteng lima.

“PLTU MT Kalselteng tiga, Kalselteng empat dan Kalselteng lima telah mengalami pemunduran COD, seperti PLTU MT Kalselteng tiga, di RUPTL 2017-2026, PLTU MT Kalselteng tiga akan COD di 2021/2022, namun di RUPTL 2019-2028, PLTU MT Kalselteng tiga akan COD di 2024/2025,” ujarnya, dalam keterangannya yang diterima HARIANTERBIT.co.

Dengan kemuduran ini, artinya rakyat Kalimantan Tengah yang seharusnya mulai bisa menikmati listrik di tahun 2021/2022 akan mundur ke 2024/2025. Belum lagi RUPTL 2019-2020 tidak di terbitkan dan RUPTL 2021-2030, juga sampai saat ini juga belum ketahuan nasibnya.

“Bagaimana mungkin RUPTL yang begitu penting untuk memberikan kepastian berinvestasi di bidang kelistrikan yang harusnya di keluarkan setiap tahun sampai tidak di terbitkan? Hal ini akan membuat semakin tidak jelas kapan 407 desa di Kalimantan Tengah akan mulai mendapatkan listrik,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, lanjutnya, kami harap Kementerian ESDM segera finalisasikan RUPTL 2021-2030, sebagaimana disampaikan Dirjen Kelistrikan ESDM Rida Mulyana, saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan Komisi VII DPR pada tanggal 27 Mei 2021 yang lalu.

“Kami melihat Bapak Arifin Tasrif selaku menteri ESDM, tidak peka dengan nasib sebagian besar masyarakat kita Kalimantan Tengah yang sampai sekarang belum dapat menikmati listrik tentu. Hal ini, seharusnya menjadi tanggung jawab dan tugas pemerintah untuk memberikan pelayanan dan kebutuhan masyarakat didaerah,” tandasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *