Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan terkait pelaksanaan PPKM di tempat keramaian.

MULAI MALAM INI POLDA METRO JAYA TERAPKAN PPKM DI 10 TITIK KERAMAIAN

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai Senin (21/6/2021) malam ini melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengguna jalan di 10 titik keramaian mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Pemberlakuan ini dilakukan guna membatasi mobilitas masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo mengatakan, ada 10 kawasan yang dilakukan PPKM, nyakni Bulungan Blok M, Kemang, Mulawarman, sepanjang Jalan Sabang, Cikini Raya, Asia Afrika, Banjir Kanal Timur, Kawasan Kota Tua, Boulevard Kelapa Gading dan Pantai Indah Kapuk.

“Namun ada empat pengeculian yang boleh yaitu, tim kesehatan, tamu hotel dan mobilitas dalam keadaan darurat,” kata Kombes Sambodo, Senin (21/6/2021).

Untuk kawasan keramaian dimaksud akan dipasang spanduk atau plang untuk pembatasan. Pemberlakuan pembatasan akan dilakukan sampai situsional angka penyebaran Covid-19 menurun.
“Peraturan pembatasan mobilitas berdasarkan UU No 2 Tahun 2002, UU No 22 Tahun 2009, Keputusan Gubernur No 759 Tahun 2021, Instruksi Gub No 39 Tahun 2021, Pergub No 79 Tahun 2020 dan Pergub No 3 Tahun 2021,” ujarnya.

Sementera Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, meningkatnya angka penyebaran Covid-19 perhari menyampai 5.582 orang. Akibatnya hunia Wisma Atlet hampir mencapai 80 persen.

“Mengoptimalisasi protokol kesehatan menerapkan 5M dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilisasi harus ditaati,” kata kata Yusri.

Selain menerapkan 5M juga melakukan 3T testing, tracing dan treatment agar optimalisasi pembatasan maksimal. Pihaknya lanjut Kombes Yusri akan melaksanakan operasi yustisi untuk mendisiplikan masyarakat.

Operasi ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 21 tahun 2020 disebutkan bahwa PPKM adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19.

“Berdasarkan Pergub No 759, membatasi komunitas karena masih banyak kafe-kafe yang buka,” tambah Yusri.

Pelanggaran akan dikenakan sanksi ketika masyarakat lalai dalam penggunaan masker. Bagi siapa saja melanggar bisa dikenakan sanksi administratif denda Rp250.000. Jika pelanggar tidak memiliki atau tidak membawa anggaran bisa dalam bentuk sanksi sosial. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *