MASKAPAI CAPAJET BERHASIL MENGAKOMODASI 100 RIBU KEBUTUHAN REPATRIASI DI MASA PANDEMI

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Maskapai luxury private jet charter, CapaJet, baru saja mengumumkan tonggak sejarah baru dengan berhasil mengakomodasi 100.000 kebutuhan repatriasi di masa pandemi. Capaian ini secara tak langsung mengamankan posisi mereka sebagai maskapai terkemuka untuk repatriasi.

Sejak CapaJet meluncurkan layanan repatriasi pada April 2020, permintaan layanan tersebut terus meningkat sehingga hanya butuh waktu atu tahun bagi CapaJet untuk mencapai 100.000 repatriasi. Pencapaian signifikan ini bertepatan dengan langkah donasi tiga juta masker untuk Indonesia dan Papua Nugini yang dilakukan oleh maskapai. Korban banjir di Sumba, Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu penerima donasi tersebut.

Langkah ini merupakan wujud komitmen CapaJet yang ingin berperan penting di masa pandemi, bukan hanya dengan menghadirkan layanan repatriasi, melainkan juga dengan mendonasikan jutaan masker ke lebih banyak negara, salah satunya dengan bermitra bersama HOPE Worldwide Indonesia dalam penyalurannya sebagai upaya implementasi corporate social responsibility (CSR) yang sedang berlangsung.

Selama pandemi, CapaJet bekerja sama dengan lembaga pemerintah dalam menjalankan misi diplomatik untuk memulangkan para traveler dari India, Indonesia, Papua Nugini dan Australia yang terdampar di negara lain untuk kembali ke negara masing-masing. Di sisi lain, pada saat pembatasan travel dilakukan, permintaan penerbangan charter dengan menyewa jet pribadi terus meningkat.

Untuk memenuhi permintaan repatriasi yang terus meningkat, CapaJet meluncurkan penerbangan dan rute repatriasi yang lebih banyak. Pelayanan tersebut pun mendorong trafik pemesanan tiket penerbangan meningkat signifikan. Sehingga memungkinkan CapaJet memberikan harga tiket yang sangat kompetitif untuk sebagian besar rute repatriasi, dengan tarif penerbangan 30-35 persen lebih terjangkau dibandingkan beberapa maskapai penerbangan sejenis. Hasilnya, sejak Mei 2020, CapaJet mencatatkan pemesanan tiket repatriasi mengalami peningkatan rata-rata sebesar 8 persen setiap bulannya.

“Selain menjadi private jet charter, CapaJet kini juga menjadi operator berpengalaman dalam penerbangan repatriasi. Kami telah melampaui sektor penerbangan yang suram (akibat pandemi) dengan berhasilnya ekspansi bisnis kami dan menjangkau kelompok penumpang yang lebih luas. Tidak seperti kebanyakan maskapai penerbangan yang beroperasi dengan harga tiket yang tak menentu, kami bekerja dengan sistem penetapan harga tiket tetap (fix) yang memungkinkan penumpang untuk langsung booking dengan harga terbaik,” kata Manajer Sales dan Operasional CapaJet Mr Cheston Hong, Selasa (11/5/2021).

“Ditambah dengan rute repatriasi kami yang unik dan layanan penerbangan khusus yang membedakan kami dari perusahaan lain, CapaJet terus menjadi maskapai terkemuka untuk penerbangan charter dan repatriasi di wilayah tersebut. Kami berharap untuk terus bekerja dengan baik dan terus melakukan kebaikan karena industri travel perlahan-lahan mulai buka kembali,” sambungnya, dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co.

Menanggapi kinerja yang luar biasa, ujar Cheston Hong, CapaJet berencana untuk meningkatkan kapasitas penumpang repatriasi sebesar 50 persen dalam 12 bulan ke depan. Perusahaan juga akan meluncurkan situs web pemesanan penerbangan khusus melayani penumpang repatriasi yang sudah diperbaharui.

“Situs web tersebut akan menggabungkan semua jadwal penerbangan repatriasi CapaJet untuk akses yang mudah, dan dilengkapi fitur pembayaran yang lancar dan aman. CapaJet bermaksud untuk meluncurkan situs web baru tersebut akhir bulan ini,” pungkasnya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *