PARTAI EMAS BISA JADI ‘ROLE MODEL’ BAGI PARPOL BARU

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) yang masih dalam proses pendaftaran di Kemenkumham di sejumlah daerah bisa menjadi ‘role model’ buat partai politik baru. Bahkan, jika dikemas dengan cerdas, parpol baru pimpinan Hasnaeni ini juga potensial memiliki magnet elektoral yang kuat pada Pemilu 2024 mendatang.

Demikian disampaikan peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Toto Izul Fatah, di Jakarta, Kamis (6/5/20201), daam keterangannya yang diterima HARIANTERBIT.co.

“Jika digarap serius dengan kemasan yang cerdas, Partai Emas ini sangat mungkin menjadi kiblat baru sejumlah parpol, khususnya parpol baru dalam meraih dukungan pemilih yang besar,” kata Toto.

Lebih lanjut, kata Toto yang juga direktur Eksekutif PT Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, analisisnya itu bukan tanpa alasan. Salah satunya, karena Partai Emas ini mendesain dirinya sebagai partai yang berorientasi pada kebutuhan pasar dengan aneka produk yang ditawarkannya.

Toto menyebut, contoh salah satu produk yang ditawarkan adalah aneka layanan yang berbasis aplikasi seperti Emas Jek, Emas Car, Emas Food, Emas Cargo, Emas Send, Emas Trip dan Pick Up Now. Bahkan, kabarnya, partai ini juga sedang merancang program koperasi, BPR dan bahkan perumahan rakyat.

“Meskipun, ‘PR’ berikutnya, bagaimana dengan konstitusi yang melarang partai berbisnis. Tentu itu hal lain yang harus disiasati. Dalam pandangan Toto, partai Emas ini berbeda dengan umumnya parpol saat ini yang masih mengandalkan target pasar tradisional yang berorientasi ideologis. Sebut saja, pasar nasionalis dan religius, yaitu pasar yang dalam banyak teori marketing sudah tak lagi berkategori ‘Blue Ocean’, tapi sudah menjadi ‘Red Ocean’,” ujarnya.

Apa yang sedang dilakukan Partai Emas ini merupakan terobosan ‘out of the box’ yang sangat potensial menjadi magnet publik untuk bukan saja lolos parliamentary threshold (PT) tapi juga moncer di 2024 nanti.

“Apalagi, jika partai ini juga mampu mengombinasikan kekuatan program dengan personal figur ketua umumnya,” tandas Toto.

Dijelaskan Toto, dalam teori marketing politik, Partai Emas ini mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar (market oriented party). Yaitu, partai yang lahir berdasarkan tuntutan keinginan pasar dengan desain awal sudah dimulai melalui aneka penelitian tentang apa saja yang dibutuhkan pemilih.

Menurut Toto, yang terjadi saat ini, partai terlena dengan orientasi produk turun temurun seperti ideologi (product oriented party) yang bukan mustahil pada saatnya akan ditinggalkan. Terutama ketika publik cepat atau lambat menilai ideologi pun sudah mulai tak ada di partai politik, karena ulah oknum partai yang makin banyak terlibat kasus korupsi. Sehingga, ideologi tak lagi mereka peroleh dari partai, tapi dari tempat lain.

“Kalau mau jujur, itulah tuntutan publik terhadap partai politik modern ke depan. Apalagi, sejalan dengan makin cerdasnya pemilih kita,” katanya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *