Ketua Satga) Penanganan Covid-19 Doni Monardo, melarang TNI, Polri dan ASN bepergian ke luar kota.

KETUA SATGAS PENANGANAN COVID-19 LARANG TNI, POLRI, ASN KE LUAR KOTA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo melarang seluruh ASN, TNI-Polri dan pegawai BUMN untuk bepergian ke luar kota saat libur panjang Isra Mirat 1442 Hijriah. Alasannya, libur panjang merupakan salah satu penyebab utama beberapa kali lonjakan kasus Covid-19 selama satu tahun pandemi di Tanah Air tidak boleh terulang.

Isra Miraj 1442 H yang jatuh pada Kamis 11 Maret 2021 berpotensi menjadi libur panjang hingga hari Minggu. Sebab, 14 Maret 2021 bertepatan dengan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943. “Pengalaman, Bapak Menko Perekonomian memerintahkan saya untuk membuat surat edaran larangan bepergian bagi ASN, TNI-Polri, dan BUMN,” kata Doni Monardo, Selasa (9/3/2021).

Menurut Doni, untuk kalangan swasta, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pengusaha melalui Kamar Dagang Indonesia (Kadin) agar mengimbau karyawannya tetap di rumah saat libur. “Untuk swasta tentunya pemerintah tidak bisa melarang, Bapak Menko Perekonomian sudah mengingatkan saya untuk melakukan koordinasi dengan Kadin, agar Kadin bisa menyampaikan pesan ke pimpinan perusahaan,” ujarnya.

Doni Monardo meminta kepada seluruh masyarakat supaya tetap menjaga tren penurunan kasus Covid-19 dengan semakin disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin. “Kalau ini semua bisa dipatuhi, kita akan bisa menekan kasus harian dan juga kasus aktif yang akhirnya kita bisa mengurangi angka kematian,” tegas Doni.

Pemerintah pusat menetapkan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro kembali diperpanjang mulai 9 hingga 22 Maret 2021. Bukan hanya Jawa-Bali, pemerintah juga menambahkan tiga provinsi lain wajib menerapkan PPKM Mikro, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur. “Terjadi peningkatan kasus Covid-19 di tiga daerah itu,” tegasnya.

Keputusan itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Covid-19. Inmendagri 5/2021 itu ditandatangani Mendagri Tito Karnavian di Jakarta pada 4 Maret 2021.

Penerapan PPKM Skala Mikro yang diterapkan di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Bali dinilai efektif menekan laju kasus Covid-19. Dibuktikan dengan jumlah kasus mingguan di tujuh provinsi yaitu, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali menunjukkan tren menurun di akhir Februari dan awal Maret 2021.

Namun pemerintah tetap berupaya memaksimalkan tindakan testing, tracing dan treatment atau 3T. Serta meningkatkan displin pelaksanaan prokes 3M. Pemerintah juga terus berupaya mendukung pengembangan Vaksin Merah Putih karya anak bangsa.

Proses pengembangan yang saat ini sudah pada tahapan penelitian berskala laboratorium atau lab skill research dan tahapan faktor ekspresi. Langkah ini terus berjalan dan dimonitor oleh Kementerian Riset Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional Kemenristek/BRIN).

Selain itu, pemerintah juga sudah mempersiapkan proses pengadaan vaksin hingga tahapan industrialnya demi terjaminnya produksi vaksin dalam jumlah besar. Bahkan pemerintah membuka peluang kerja sama dengan pihak industri swasta nasional untuk turut serta mensukseskan percepatan pengembangan Vaksin Merah Putih yang menjadi modal bangsa dalam penanganan pandemi Covid-19 jangka panjang.

Memproduksi vaksin milik sendiri sekaligus untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksinasi. Diharapkan Indonesia menjadi potensi di masa mendatang karena berperan aktif untuk membangun ketahanan kesehatan global.

Untuk diketahui, percepatan pengembangan Vaksin Merah Putih merupakan kolaborasi lembaga riset, lembaga pemerintah nonkementerian dan perguruan tinggi, seperti LBM Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.

Sementara itu, update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Selasa 9 Maret 2021 pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +6.393, jumlah total 1.392.949 orang.
  • Pasien sembuh +7.496, jumlah total 1.210.877 orang.
  • Pasien meninggal +210, jumlah total 37.757 orang.

Untuk update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Selasa 9 Maret 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +867, jumlah total 353.075 orang.
  • Pasien meninggal +45, jumlah total 5.883 orang.
  • Pasien sembuh +1.656, jumlah total 340.587 orang.
  • Pasien dirawat -196, jumlah total 2.749 orang.
  • Isolasi mandiri -638, jumlah total 3.856 orang.

Pihak Satgas Penanganan Covud-19 tetap mengingatkan, agar semua pihak khususnya pemerintah daerah tetap konsisten dan maksimal menerapkan kebijakan PPKM. Satgas meminta seluruh warga yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.