Anggota keluarga hanya bisa melihat dari jarak jauh prosesi pemakaman jenazah korban Covid-19.

PERAN KELUARGA SANGAT PENTING DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Pandemi Covid-19 telah merubah kehidupan manusia yang selalu dihantui kecemasan dan ketakutan serta ketidakpastian. Covid-19 juga telah membatasi ruang gerak, aktivitas, pekerjaan dan belajar di sekolah.

Semua harus dilakukan secara jarak jauh. Bahkan ketika seseorang diketahui terjangkit Covid-19 semua yang sebelumnya dekat, satu per satu pergi menjauh karena takut tertular. Beban pun terasa semakin berat dalam menjalani hidup karena harus tinggal sendiri di tempat isolasi.

Perawat mau dokter yang setiap hari merawat kita juga tidak bisa dilihat wajahnya karena semua ketutup alat pelindung diri (APD). Ketika sudah menjadi mayat, pemakamannya juga tidak bisa dilakukan dan dihadiri keluarga, melainkan hanya petugas khusus agar keluarga tidak ikut menjadi korban keganasan virus itu.

Pandemi Covid-19 benar-benar telah mengubah perilaku manusia yang dulunya dekat jadi menjauh. Hanya keluarga satu-satunya yang menjadi obat mujarab yang paling berharga jika seseorang terjangkit Covid-19.

Agar kita memahami pentingnya peran keluarga di tengah pandemi virus Corona, Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan buku panduan untuk memberikan informasi seputar kesehatan jiwa pada masa pandemi Covid-19.

Buku ini disajikan dengan bahasa sederhana, terdiri dari empat bagian. Pertama, cara menghadapi seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa (kuratif/pengobatan). Kedua, cara menghadapi seseorang yang pulih dari kesehatan jiwa (rehabilitatif/pemulihan).

Ketiga, cara menghadapi seseorang yang rentan terhadap kesehatan jiwa (preventif/pencegahan. Keempat, cara menjadi orang yang kuat secara mental dan menjadi promotor bagi kesehatan jiwa pada kondisi Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo dalam kata pengantar buku panduan mengatakan, pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan jiwa. Dalam situasi darurat kesehatan ini, mau tidak mau, suka tidak suka semua masyarakat harus mengikuti dan mematuhi berbagai aturan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka penyelamatan ancaman Covid-19.

Sementara kesehatan jiwa yang baik diperoleh bila berada dalam kondisi yang tentram dan tenang. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan yang mungkin dapat menimbulkan tekanan bagi masyarakat.

Sementara Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Dr Sonny Harry Harmadi mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat dan memaksa setiap orang untuk beradaptasi. Pembatasan aktivitas dan mobilitas menyebabkan orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Aktivitas perekonomian turut terdampak menyebabkan sejumlah tempat usaha tutup dan disusul pemutusan hubungan kerja (PHK). Ada masyarakat yang mampu berdamai dengan situasi yang dialami, tapi tak sedikit yang sulit menghadapinya. Di saat inilah peran keluarga sangat besar serta fungsi keluarga sebagai sistem pendukung berperan besar.

Untuk menyelamatkan diri dan keluarga dari ancaman kematian akibat pandemi Covid-19, pemerintah mewajibkan semua pihak untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes). Pemerintah kini juga terus bekerja keras melakukan vaksinasi dan diharapkan pada Agustus 2021 malah pandemi Covid-19 bisa diatasi sehingga anak para pelajar bisa kembali belajar di sekolah.

Untuk update informasi kasus Covid-19 dari 510 kabupaten/kota di 34 provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Sabtu (27/2/2021) pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

  • Pasien positif +6.208, jumlah total 1.329.074 orang.
  • Pasien sembuh +7.328, jumlah total 1.136.054 orang.
  • Pasien meninggal +195, jumlah total 35.981 orang.

Sedang update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu (27/2/2021). Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

  • Pasien positif +1.737, jumlah total 337.637 orang.
  • Pasien meninggal +54, jumlah total 5.439 orang.
  • Pasien sembuh +1.247, jumlah total 322.285 orang.
  • Pasien dirawat +111, jumlah total 4.028 orang.
  • Isolasi mandiri +325, jumlah total 5.885 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 meminta semua pihak khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan seluruh warga yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *