Gisel

ARTIS GISEL SEBAGAI KORBAN, TAK DAPAT DIPIDANA

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Artis Gisel Anastasia semestinya merupakan korban, bukan pelaku. Siapapun tidak pernah menghendaki video pribadinya tersebar. “Bahwa siapa pun yang berada dalam video tersebut, apabila sama sekali tidak menghendaki adanya penyebaran ke publik, tidak dapat dipidana,” kata Maidina Rahmawati, Peneliti The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR), Rabu (30/12/2020).

Maidina mengungkapkan pendapatnya setelah Polisi menetapkan Gisel dan MYD sebagai tersangka atas sangkaan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Beberapa alasan GA dan MYD tidak layak dipidana. Pertama, dalam konteks keberlakuan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, orang dalam video yang tidak menghendaki penyebaran video pribadinya tidak dapat dipidana.

Terdapat batasan penting yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Yaitu, pihak yang melakukan perbuatan ‘membuat’ dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi tidak dapat dipidana apbila dilakukan untuk tujuan dan kepentingan diri sendiri.

Kemudian, Pasal 6 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menyebutkan, larangan ‘memiliki atau menyimpan’ tidak termasuk untuk tujuan dan kepentingan diri sendiri.

Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi tentang larangan menjadi model atau objek yang mengandung muatan pornografi telah dijelaskan dalam risalah pembahasan.

Yang dimaksud perbuatan kriminal dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi adalah pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di ruang publik. “Ada aspek mendasar yaitu harus ditujukan untuk ruang publik,” tukasnya.(oko/rri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *