POLISI KESULITAN USUT PELECEHAN SEKS FETISH KAIN JARIK, KORBAN MALU MELAPOR

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Penyidik Polrestabes Surabaya mengalami kesulitan dalam mengembangkan mengusut kasus pelecehan seks fetish kain jarik yang diduga dilakukan mahasiswa Unair berinisial G. Penyebabnya, para korban aksi bejat pelaku yang viral di media sosial malu melapor ke polisi.

Kapolda Jatim Irjen Dr M Fadil Imran sebelumnya telah membentuk tim khusus dan posko pengaduan untuk menjamin kerahasiaan identitas korban. Polda juga membuka posko aduan khusus melalui nomor WhatsApp 082143578532.

Adanya kendala yang dihadapi penyidik dalam pengusutan kasus ini dibenarkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. “Penyidik masih memiliki keterbatasan untuk adanya laporan pengaduan secara sah dari para saksi korban,” kata Kombes Trunoyudo, Selasa (4/8/2020).

Kepolisian dengan pihak Unair terus kordinasi dalam pengungkapan kasus tersebut. Tercatat ada 15 korban yang telah mengadu sebagai korban, namun identitas mereka tidak tulis dengan jelas. Sejauh ini tim penyidik yang sengaja dibentuk Irjen Fadil Imran belum bisa bertindak lebih jauh. Tim khusus hingga kini melakukan penyelidikan melalui cyber patrol. “Kami berharap para korban segera melapor agar kasusnya cepat tuntas,” ujarnya.

Penyidik pun belum memanggil pelaku G karena masih tahap penyelidikan. Kepolisian kini lebih fokus untuk mengumpulkan alat bukti dan keterangan dari saksi korban.

Kasus predator fetish kain jarik mahasiswa Unair yang viral di media sosial diketahui banyak jatuh korban. Namun para korbannya diduga malu melapor.

Kepolisian Jawa Timur minta kepada korban, jangan takut melapor karana polisi menjamin akan melindungi dan merahasiakan identitas korban.

Sementara itu, Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Lintar Mahardono mengatakan, Polda Jawa Timur menyediakan pendampingan psikologi kepada para korban. Sebab, korban dinilai rentan stres hingga depresi. Polisi telah menyiapkan pendampingan dari biro psikologi kepolisian.

Hadirnya psikologi diharapkan bisa mendatangkan rasa percaya diri para korban untuk melaporkan kasusnya pada penyidik. Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk waspada karena kini berbagai modus baru kerap dilakukan pelaku pelecehan hingga melakukan kekerasan seksual. (omi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *