DAERAH

NKRI TETAP ADA DAN TERJAGA OLEH NU KARENA KONSOLIDASI SAPUJAGAT

HARIANTERBIT.CO – Ulama NU (nahdlatul ulama) akan terus menjadi penyejuk ummat nahdliyin dan bangsa ini karena bila berdakwah atau mensyiarkan keagamaan, selalu mengedepankan ahlaqul karimah. “Penyampaiannya santun, lembut dan mulia dalam amar makruf nahi mungkar karena al ulama’ warasatul anbiya’ ulama adalah penerus atau pewaris nabi,” ungkap Maksum Zuber Koordinator Nasional BMNU, Minggu(28/6/20).

Ditegaskan, bahwa NKRI akan tetap ada dan terjaga oleh NU karena konsolidasi Sapujagat. Pembinaan ketauhidan, keimanan dan ketakwaan maupun kebangsaan terus dikedepankan berkesinambungan.

Mantan sekjen pimpinan pusat ikatan putra nahdlatul ulama juga menyebutkan, ciri2 seorang ulama’ di Indonesia bicaranya santun, istikomah mengajarkan ilmu agama di pesantren, memberi tausiyah keagamaan baik dalam bentuk pengajian di majelis taklim, majelis dzikir, majelis ummat islam di masjid dan musholla dalam rangka memberi tuntunan bukan tontonan.

Maksum menjelaskan bahwa di NU itu ada namanya MKNU ( Madrasah Kader NU ) ada juga PKPNU ( Pendidikan Kader Penggerak NU ) ini adalah konsolidasi Sapujagat, kenapa..! karena yang dikader sangat istimewa yakni para kyai-kyai dan pakar-pakar warga nahdliyin ( akademisi/ilmuwan ) yang punya posisi di struktural NU, Institusi Pemerintah dan Swasta termasuk Pengasuh dan Ustad Pondok Pesantren.

Padahal, mayoritas pengurus NU itu sebelumnya pada saat masih jadi santri atau pelajar masuk IPNU ( ikatan putra Nahdlatul ulama ) IPPNU ( ikatan putri-putri Nahdlatul Ulama ) dan di IPNU-IPPNU ada kaderisasi ( makesta, lakmad dan lakut ) kemudian menginjak lebih dewasa lagi masuk ANSOR ATAU FATAYAT ( ini juga punya jenjang kaderisasi berupa pelatihan2 ) lebih lanjut lagi ada Muslimat NU dan NU, di puncaknyapun masih ada yg namanya Madrasah Kader Nahdlatul Ulama ( MKNU ) dan Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) bisa dibayangkan menjadi NU itu sungguh luar biasa sanat ke Ilmuannya ( mutawatir ) termasuk kaderisasinya.

Pemberian iazah PKPNU di Tampurejo Jember

NU itu Keliatan Diam (seperti roda yg berputar kencang) Karena memang bergerak terus berbagai aktifitas NU baik yang di pesantren ( pendidikan madrasah Diniyah / madin dan sorogan/ngaji kitab kuning, serta pendidikan formal yg ada di pesantren ), ada perputaran kaderisasi baik di NU nya maupun Badan Otonom, Lembaga dan Lajnahnya.

Dijelaskan oleh Alimuddin Wakil Ketua MWC NU Tempurejo bahwa Acara Silaturrahmi Kader PKPNU Zona Barat, : Tempurejo, Ambulu, Balung, Jenggawah dan Rambipuji di hadiri oleh : Pengurus Cabang NU Jember Rois syiriah KH Muhyiddin Abd. Shomad, KH. Abdullah Samsul Arifin (Gus Aab), PC Muslimat NU Jember, PC. Fatayat NU Jember. Hadir juga para Koordinator KBP NU Kab. Jember, korwil NU KBP se Kab. Jember. Korda KBP NU se wilayah Zona Barat , adapun Peserta yang hadir sekitar 300 orang. Tempat Acara di Aula MWCNU Tempurejo, hari Sabtu (27 juni 2020) tambah Alimuddin.

Ditambahkan Alimuddin bahwa Tujuan Acara ini untuk penguatan Kader Alumni PKPNU yg sudah lulus Pengkaderan sekaligus Penyerahan Izasah PKPNU.(oko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *