NGELMU SEMAR: ILMU TENTANG RASA DAN HATI NURANI

Posted on


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

NGELMU iku tinemu soko sarananing laku, ilmu itu dapat diketemukan atau dipahami dari jalan atau hidup dalam kehidupan. Bagaimana memahami dan bagaimana membuat aman, nyaman, asri, ngangeni itu juga dari hidup dan kehidupan sebagai pengalaman.

Semar hanyalah abdi kinasih, wulu cumbu, punokawan, sang pamomong ajaran ajaran semar itu pada laku. Pada roso pada budi pekerti atau hati nurani. Upaya upaya memahami bukan minta dipahami, rasa empati, peka peduli hingga bela rasa. Semar nampaknya hanyalah orang papa sederhana tidak memiliki apa-apa, namun semar sangat bersahaja. Semar tidak ditakuti, tidak menakutkan, tidak menakut-nakuti, tetapi semar mengayomi, nyontoni, ngajari, ngancani dengan keterbatasannya dan kekurangannya, semar juga ikut mbayari.

Semar bukan pad posisi atas dengan seribu gelar apa pun, semar tetap samar, serba sulit dipahami fakta yang ada pada semar. Namun ajarannya sangat jelas dan dapat dipraktekkan dalam kehidupan. Ajaran semar itu ajaran roso. Rasa hidup kemanusiaan yang saling asah asih dan saling menjaga saling membantu dan memberdayakan. Rukun spirit semar, dalm hidup bersama sebagai makhluk sosial semar tidak meminta apa-apa, ia cukup sebagai punokawan. Ia juga tidak menginginkan emas picis rojo brono. Semar tetap saja disegani ditunggu doa dan sabda-sabdanya. Semar itu singkat jelas padat berisi tidak bertele-tele namun jleb masuk ke dalam hati manusia.

Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti. Segala angkara murka akan dapat diselesaikan dengan kebaikan dan kerendahan hati. Semar selalu memaafkan, memahami, melayani bahkan memberikan teladan tak jaran memberi dari kekurangannya. Dalam kemiskinannya semar tidak silau harta dunia, ia tetap bersahaja jujur membuat banyak orang bahagia dan menyadarkan. Semar spirit yang dibangunnya adalah spirit kesadaran. Karena pada kesadaran inilah tataran peradaban tinggi. Semar mengajarkan beralaskan hati bukan pada hal-hal kejumawaan atau pameran-pameran duniawi yang fana.

Hambegegeg ugeg-ugeg sakdulito langgeng. Walaupun sedikit bergeraklah daripada diam, berusahalah walaupun sedikit tetapi rutin dan abadi. Semar memang bukan sembarang memberi nasihat ini menunjukkan bawa hidup adalah kenyataan. Hidup itu kewajiban. Lakukanlah kewajibanmu sehingga dapat ditemukan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah buah sesuatu bukan sesuatu. Ini semar mengajak dalam kehidupan itu berbahagia. Kunci hidup aman, nyaman, asri, ngangeni adalah berbahagia. Bagaiaman bisa berbahagia? Mampu bersyukur dan menikmati hidup ini sebagai anugerah, hidup ini sebagai harapan.

Semar itu dewa yang berwujud manusia sederhana miskin papa, namun ajarannya membuat ia bercahaya, disayang dan dinanti nantikan. Semar bukan ancaman, bukan musuh siapa pun, berupaya cocok dan membuat suasana damai sejahtera walau hidup sarat kekecewaan, keterbatasan bahkan permasalahan. Hadapi dengan hati gembira, syukuri nikmati, lihat sisi kebaikan dan budi kita untuk tidak larut hanyut pada sesuatu yang membutakan dan menyesatkan. Urip iku urup. Hidup adalah menghidupi dan memberi kehidupan bagi sesama lingkungan kita serta amal bakti kita pada Yang Mahakuasa. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *