HARIANTERBIT.CO – Menteri Riset Teknologi/Kepala BRIN Bambang PS Brodjonegoro didampingi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, meresmikan penamaan Gedung I dan II BPPT, menjadi Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro untuk Gedung I, dan Gedung BJ Habibie untuk Gedung II, di Kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta, pada Senin (9/3/2020).
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, penamaan gedung baru merupakan penghargaan bagi tokoh bangsa yang memiliki jasa besar dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tanah Air.
“Soedjono adalah Menteri Riset pertama di Indonesia, dan BJ Habibie adalah Bapak Teknologi Bangsa yang juga presiden ketiga RI. Habibie jugalah yang menjadi pendiri BPPT,” kata Hammam, dalam rilis BPPT yang diterima HARIANTERBIT.co, Selasa (10/3/2020).
Ditambahkan, keduanya merupakan tokoh teknologi Indonesia yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengkajian dan penerapan iptek, untuk kemajuan bangsa Indonesia pada eranya masing-masing.
Prof Dr Soedjono Djoened Poesponegoro menjabat sebagai Menteri Riset tahun 1962 sampai 1966, di bawah Kabinet Kerja III, Kerja IV, dan Dwikora I.
“Adapun pada saat itu, Menristek bernama Menteri Urusan Research Nasional, yang berada di bawah Menteri Koordinator Kompartemen Pembangunan,” ujar Hammam.
Ia mengungkapkan, Soedjono merupakan tokoh ilmuwan Indonesia terkemuka serta pioner dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia baik di bidang kedokteran serta beberapa cabang ilmu pengetahuan lainnya.
Sedangkan, lanjut Hammam, Prof BJ Habibie adalah sosok yang mengabdi selama 20 tahun sejak 26 Maret 1973 hingga 16 Maret 1998, sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi, merangkap jabatan sebagai kepala BPPT.
“Habibie pun kemudian diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia ketiga, setelah sebelumnya menjadi wakil presiden Kabinet Pembangunan VII,” tuturnya.
Dikatakan Kepala BPPT, bahwa pihaknya juga memberi nama Auditorium BPPT sebagai Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo. Soemitro adalah Menteri Negara Riset RI, pada Kabinet Pembangunan II, 28 Maret 1973 sampai 28 Maret 1978.
Sementara itu, kata Hammam, kiprah Soemitro sebagai Menristek di era awal masa pembangunan Indonesia pun sangat besar, karena Soemitro merupakan sosok pendorong awal mula tumbuh kembangnya pengusaha lokal di Indonesia ini. (*/rel/dade)



