DAERAH

CAMAT WARGUN DUKUNG KEINGINAN WARGANYA AGAR DILIBATKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN KAS

HARIANTERBIT.CO – Camat Warunggunung Moch Dedi mendukung penuh upaya yang dilakukan warga Kanaga Desa Warunggunung (Wargun) agar dilibatkan dalam proses pembangunan Perumahan Kartika Alam Sari (KAS). Dedi juga meminta kepada pengelola perumahan dalam hal ini pengembang PT Mega Planindo Utama (MPU) agar selalu melibatkan warga sekitar. Hal itu Dedi sampaikan saat menerima aduan dari aktivis lingkungan, Senin (3/3/2020).

“Pokoknya saya dari muspika mendukung masyarakat agar dilibatkan dalam proses pembangunan perumahan. Jadi kalau ada warga yang tidak bekerja bisa ikut,” tegas Dedi.

Dikatakan Dedi, pengembang perumahan di Kanaga harus benar-benar perhatikan warga dan lingkungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan.

“Waktu itu, memang perjanjian PT Mega Planindo Utama akan memprioritaskan warga lokal dan tak akan merusak jalan. Tadi saya sudah ke lokasi perumahan, katanya perusahaan akan perbaiki irigasi yang rusak akibat tersumbat tanah longsor,” terang Dedi.

Selain itu, Dedi juga meminta kepada pihak developer (pengembang perumahan-red) yang ada di Kanaga bisa mengambil langkah konkret secara bersama-sama untuk mengakomodasi keinginan warga dengan memperbaiki jalan dan jembatan yang sering dilintasi oleh truk pasir.

“Truk sering melintas perusahaan harus segera tanggung jawab terutama soal lingkungan dan jalan. Mereka juga harus mempunyai tanggung jawab sosial (CSR) bagi lingkungan sekitar. Kita tidak anti perusahaan selama tidak merugikan warga,” pintanya.

Sementara itu, salah seorang aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Lebak, Yogi Wahyudin, mengaku, seandainya perusahaan tidak menguntungkan warga, perusahan tersebut segera hengkang dari Lebak. Menurut Yogi, adanya perumahan seharusnya bisa memberikan dampak positif bagi warga sekitar.

“Ini malah ramai di media sosial, perusahaan merusak lingkungan terutama irigasi yang mengairi 65 hektare area pesawahan. Selain itu, akses jalan milih warga juga sudah mulai retak-retak,” ujar Yogi kepada awak media.

Ditambahkan Yogi, perusahaan seharusnya bisa memperhatikan lingkungan sekitar agar area persawahan milik warga tidak terganggu. Kata Yogi, yang terjadi malah banyaknya laporan warga mereka tidak bisa menanam padi akibat air tidak berjalan lancar.

“Kita akan kaji ulang izinnya dan melakukan investigasi perizinannya. Karena selama ini perusahaan belum memberikan dampak positif untuk warga. Nanti kita akan coba laporkan kerusakan lingkungan ini ke DPRD,” tutup Yogi. (jumri)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *