BISNIS

DIDUGA RUGIKAN NEGARA, PT PAU BANTAH KLAIM PT REKIND

HARIANTRBIT.CO – Perusahaan Terbatas (PT) Panca Amara Utama (PAU) membantah klaim yang disampaikan oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), yang mengatakan pihaknya menduga merugian negara senilai Rp2 triliun dalam pembangunan pabrik amoniak di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Farchad Mahfud selaku juru bicara PT PAU mengatakan, informasi yang disampaikan ini berpotensi menyesatkan publik, karena pabrik amoniak tersebut merupakan proyek investasi swasta murni dan bukan proyek negara sebab pendanaannya berasal dari swasta dan pinjaman luar negeri.

“Diketahui, kontrak kerja sama antara PAU dan Rekind atas proyek amoniak ini merupakan bagian dari perjanjian bisnis yang disepakati oleh kedua belah pihak. Termasuk di dalamnya terkait dengan penyelesaian perselisihan,” kata Farchad, Rabu (15/2/2020), dalam keterangan tertulis yang diterima HARIANTERBIT.co.

Oleh karena itu, PAU sangat menyayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Rekind, sehingga melanggar lebih jauh kesepakatan yang ada dalam kontrak. PAU sebagai anak perusahaan terbuka memiliki komitmen yang tinggi untuk menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk dalam menjalin kerja sama dengan mitra kerja.

Farchad mengatakan, seluruh perjanjian kerja sama dengan Rekind sudah diatur dalam kontrak. Kami tinggal mengikuti saja. “Karena itu, terkait dengan perselisihan perdata ini, maka PAU telah mendaftarkan penyelesaiannya melalui Lembaga Penyelesaian Sengketa Internasional sesuai dengan kontrak yang juga disepakati oleh Rekind sendiri,” ujarnya.

Namun demikian, klaim tunggakan oleh Rekind, PAU menyatakan bahwa tidak ada tunggakan pembayaran, karena PAU telah membayar seluruh invoice yang ditagihkan oleh Rekind. Bahkan, PAU telah mengeluarkan biaya yang lebih dari kewajibannya dalam kontrak yang juga telah diakui oleh Rekind.

“Demi membantu kesulitan keuangan Rekind dan mengurangi keterlambatan penyelesaian proyek. Dalam kontrak itu sendiri, dikatakan Rekind telah memberikan hak pencairan jaminan pelaksanaan proyek berupa performance bond jika terjadi keterlambatan penyelesaian proyek oleh Rekind,” ungkap Farchad.

“Selama periode proyek kami telah berulangkali mendorong dan membantu Rekind untuk menyelesaikan pekerjaannya. Karena itu, kami sangat berharap Rekind dapat menghormati kontrak sesuai kesepakatan,” tambahnya.

Sebelumnya, sikap tegas Erick Thohir menunjukkan sinyal bersih-bersih di bawah kepemimpinan untuk menata BUMN. Terlebih, dia menilai jika kinerja dianggap tidak sesuai harapan tidak main-main Menteri BUMN akan mencopot komponen direksi yang berada di bawah naungan BUMN.

Bersih-bersih bukan berarti mengganti, selama memang kita bisa improve kenapa harus diganti pada Jumat (29/10/2019) yang lalu. Karena, ujar dia, baik dari tingkat menteri dan wakil menteri BUMN, pihaknya juga siap dicopot apalagi level direksi.

Erick juga mengatakan, sejauh ini jika tidak diketemukan permasalahan tentunya dapat dijalani secara bersama. “Cuma yang tadi saya bilang, kalau saya saja dan Pak Wamen siap dicopot ya direksi mesti siap dicopot,” katanya. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *