OLAHRAGA

MANAJER BHAYANGKARA FC MINTA SELAIN SKILL PERHATIKAN POSTUR TUBUH PEMAIN

HARIANTERBIT.CO – Syukuran dan media gathering Academy Bhayangkara FC U16, U18, U20 dan senior diadakan di Wisma Kemenpora RI, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Pencapaian Bhayangkara FC pada Elite Pro Academy Liga 1 yang diperoleh U16 sebagai runner up, U18 sebagai juara, dan U20 posisi 4. Sedangkan Bhayangkara FC senior pada pekan ke-32 berada di posisi 6 dengan 47 poin, masih menyisakan 2 pertandingan lagi.

Manajer Bhayangkara FC senior AKBP Sumardji merasa bangga dengan capaian Bhayangkara junior yang telah diperoleh, tapi tetap harus di evaluasi.

“Saya minta untuk Bhayangkara U16, selain kemampuan mengolah bola (skill), postur tubuh juga diperhatikan,” minta Sumardji kepada manajer U16 Rudi di Wisma Kemenpora RI, Jumat (13/12/2019).

“Selain skill, postur tumbuh juga mempengaruhi tim saat bertanding. Apalagi didukung body yang kokoh,” ujarnya.

Pembibitan pada U16 akan dilanjutkan ke U18 begitu juga ke U20, setiap tahun pasti ada 4 sampai 6 yang pemain yang berproses naik jenjang menjadi senior.

Saya sebagai manajer senior kalau bicara Bhayangkara pasti bicara sejarah. Pak Condro awalnya meneruskan kepada saya. Pak Condra jujur sama saya sebagai pendiri Bhayangkara, karena diperintahkan oleh Pak Kapolri dan Pak Presiden, sehingga beliau mencari orang akhirnya sayalah yang ditunjuk sebagai manajer Bhayangkara FC.

Media bisa meliput dan bisa melihat perkembangan Bhayangkara FC seperti apa bentuknya. Kebanggaan tersendiri buat saya sebagai manajer Bhayangkara senior.

“Saya ikhlas dan Bhayangkara FC tidak ada orientasi bisnis. Bagaimana caranya bisa memberikan sumbangan pemain terbaik untuk bangsa dan negara. Itu bisa dibuktikan, kalau Timnas hendak bertanding tinggal minta pemain yang dibutuhkan ke Bhayangkara tidak perlu pakai surat,” terangnya.

Tambah Sumardji, sumbangkan yang terbaik untuk bangsa dan negara ini, untuk pemain harus punya jiwa nasionalis yang tinggi dan punya rasa tanggung jawab itu yang dibutuhkan oleh negara. Sumardji juga sebagai manajer Bhayangkara alergi terhadap praktek yang dilakukan oleh wasit yang curang.

Kalau saat tim Bhayangkara bertanding kalah, ‘Mbah Bhayangkara’ ini akan marah pada manejer U16 (Rudi) dan U18 (Priyo). Tapi tidak akan marah pada manejer U20 (Heru) yang berasal dari sipil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *