POLRI

KASUS DUGAAN PEMALSUAN TPPU PENDIRI KASKUS NAIK KE PENYIDIKAN

HARIANTERBIT – Kasus dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang, dengan terlapor Andrew Darwis yang ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, statusnya kini telah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Naiknya status kasus ini diungkapkan Jack Lapian selaku kuasa hukum pelapor yakni Titi Sumawijaya di Polda Metro Jaya, Jumat (15/11/2019).

Jack mendampingi kliennya Titi dalam meminta perkembangan penyelidikan kasus yang dilaporkannya ke penyidik Ditreskrimsus.

“Informasi penyidik yang disampaikan ke kami kasus yang dilaporkan klien kami ibu Titi sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Jadi SPDP sudah dilayangkan penyidik ke kejaksaan tertanggal Kamis 14 November 2019,” kata Jack di Polda Metro Jaya, Jumat (15/11/2019).

Menurut Jack, kasus ini terkait dengan kasus penipuan yang ditangani Jatanras Polda Metro Jaya dan sedang dalam proses persidangan di PN Jakarta Selatan.

“Dengan naiknya kasus ini, dalam waktu dekat saudara Andrew Darwis selaku terlapor, pasti akan dipanggil penyidik. Kami harap dan percaya, bahwa penyidik profesional dalam menangani kasus ini,” kata Jack.

Titi menjelaskan kasus ini bermula, saat ia meminjam uang sebesar Rp 15 miliar kepada David Wira, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew.

Dalam pinjaman itu, Titi memberikan jaminan berupa sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan pada November 2018. Namun, sertifikat itu diduga telah dialihkan kepemilikannya atas nama Andrew.

“Saya meminjam uang ke saudara David Wira yang diduga tangan kanan Andrew dengan jaminan sertifikat gedung, dari pinjaman Rp15 miliar yang terealisasi Rp 5 miliar, dalam bentuk cek” kata Titi.

Menurut Titi, cek Rp 5 Miliar yang diterimanya sebanyak 17 lembar itu ternyata cek kosong.

“Cek yang saya terima untuk pinjaman, ternyata cek kosong,” kata Titi.

Ia mengaku tertarik meminjam uang ke David Wira, karena bunga hanya 1 persen dan dapat dilunasi dalam jangka 13 tahun.

“Karena itu saya tertarik pinjam uang ke dia,” katanya.

Kuasa hukum Titi, Jack Lapian menambahkan, pada perjalanan waktu, sertifikat gedung milik pelapor di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, ternyata dibalik nama menjadi atas nama Susanto, awal Desember 2018, dan terakhir diubah lagi menjadi atas nama Andrew Darwis. Tak hanya itu, sertifikat pelapor saat ini telah diagunkan ke Bank UOB oleh terlapor.

“Banyak kejanggalan lah, makanya klien kami mendesak penyidik mengusut kasusnya,” kata Jack.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan kasus dugaan pemalsuan dan TPPU dengan terlapor Andrew Darwis sudah naik dari tingkat penyelidikan ke penyidikan.

“Statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Ini berarti akan didalami untuk dicari tersangkanya,” kata Argo.

Argo mengatakan untuk kasus ini pihaknya belum menetapkan tersangka. “Masih didalami dengan memeriksa kembali saksi dan ahli, serta terlapor,” katanya.

Laporan tersebut telah diterima oleh polisi dengan nomor laporan pada LP/2959/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus Polda Metro Jaya dengan pelapor Titi Sumawijaya dan terlapor Andrew Darwis.

Pasal yang dilaporkan yaitu pemalsuan atau penipuan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pasal itu tertuang pada pasal 263 ayat (2) KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan atau pasal 3,4,5 UU RI nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *