POLRI

PENGAMAT KEPOLISIAN: GERBONG MUTASI POLRI BERGERAK

HARIANTERBIT.CO – Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), dan Pengamat Kepolisian Gardi Gazarin menyebut, gerbong mutasi di Polri akan bergerak. Seiring Jenderal Pol Tito Karnavian yang menjabat posisi Menteri Dalam Negeri di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) periode 2.

Upaca sertijab Kapolri Jenderal Idham Azis menerima panji-panji Polri dari Tito Karnavian sebagai tanda serah terima jabatan digelar di Mako Brimob, Depok, Rabu (6/11/2019).

Kini giliran gerbong di internal kepolisian yang akan bergerak. Posisi Kabareskrim yang ditinggalkan Idam Azis, menurut analisa Gardi, diperkirakan akan diisi Irjen yang punya “keringat” saat Pilpres kemarin.

Gardi menyebut ada 4 kandidatnya, yaitu Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Edi Purnomo, Deputi Operasi Polri Irjen Sormin, dan Kapolda Sumut Irjen Agus.

Keempatnya merupakan figur-figur jenderal yang memiliki prestasi masing-masing di tempat tugasnya.

Menurut Gardi, konsolidasi internal Kapolri jangan membuat gonjang-ganjing internal Kepolisian. “Saya setuju jika, Idham melanjutkan apa yang sudah dikonsep atau dikerjakan oleh Tito Karnavian,” ujar Gardi.

Harus diakui, Tito menurut Gardi cukup lelah untuk mengatasi stabilitas Kamtibmas dan mengatasi SDM. Mengurus internal itu ternyata tidak gampang. Bagaimana menjaga perasaan senior, bagaimana menjauhkan benturan dan kecemburuan.

“Jenderal Tito berhasil mengkonsolidasikan, bahkan lawan pun harus dirangkul,” kata jurnalis senior Gardi Gazarin.

Jenderal Idham Azis yang dalam masa dinasnya tinggal 14 bulan lagi, Gardi menyarankan Kapolri memilih polisi terbaik yang mampu menjaga stabilitas keamanan maupun dalam melakukan penegakan hukum.

Tak perlu juga Idham mengambil dari Akpol yang lebih muda, sehingga reformasi Kepolisian terjebak dalam kultur yang tidak menguntungkan. “Aspek senioritas juga penting,” ujar Gardi memberi catatan.

Para senior dan jenderal bintang 3 yang memang punya andil besar, perlu diperhatikan mengerem isu adanya gonjang-ganjing di tubuh Polri.  Jangan pula, karena lompatan adik-adik mengisi jabatan penting, senior yang merasa berprestasi dan “berkeringat”, seakan “dilewati.”

Berebut jabatan, polisi berpangkat bintang satu saat ini jumlahnya ada 200-an. Mereka ingin jadi Kapolda atau Wakapolda atau ingin menjadi bintang dua.

Ada 21 kapolda yang bintang dua. Mereka berebut mendapatkan bintang tiga. Saat ini jumlah bintang tiga, ada 9 orang. Di struktur ada 6.  Di luar struktur ada 3: kepala BNN, Sestama Lemhanas, dan Kepala BNPT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *