POLRI

POLRES KEPULAUAN SERIBU SOSIALISASI PENYAKIT JANTUNG KORONER

HARIANTERBIT.CO – Tim Urusan Kesehatan Bagian Sumber Daya (Urkes Bag Sumda) Polres Kepulauan Seribu dipimpin Kabag Sumda Polres Kepulauan Seribu Kompol Sumini mengadakan Sosialisasi Penyakit Jantung Koroner yang disampaikan oleh dr Regina Lestari SpPD, dan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) oleh dr Gian Oktavianus keduanya dari RS Hermina Sunter Podomoro, di Aula Serba Guna Restoran Mang Engking Ancol, Jakarta Utara, Kamis (31/10/2019).

Acara dibuka oleh Wakapolres Kepualauan Seribu Kompol Asep Alhuda ST, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Seribu Ny Ike Asep Alhuda, dan Manajer Pelayanan Rumah Sakit Hermina Podomoro, dan dihadiri seluruh anggota polres dan polsek jajaran berikut Pengurus Cabang Bhayangkari Kepulauan Seribu.

“Mohon maaf, saya sampaikan dengan rasa hormat bahwa tadi pagi saya diperintahkan Bapak Kapolres yang seyogianya beliau sangat ingin membuka kegiatan ini beserta Ibu Ketua, namun karena beliau ada tugas di Polda yang tidak bisa diWakilkan, dan Ibu Ketua juga ada kegiatan sehingga memandatkan kami untuk membuka kegiatan ini,” kata Wakapolres, saat membuka acara sosialisasi, dalam rilis Polres Kepulauan Seribu, yang diterima HARIANTERBIT.co, Kamis (31/10/2019).

Wakapolres menambahkan, kepada rekan-rekan silakan simak dan pahami sosialisasi yang diberikan oleh dokter, agar kita senantiasa sehat dalam melaksanakan tugas.

“Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung merupakan pemompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang sangat dibutuhkan dalam metabolisme tubuh oleh karena itu jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, dr Regina Lestari SpPD menjelaskan, penyakit jantung koroner adalah penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner akibat kerusakan lapisan dinding pembuluh yang diikuti oleh penebalan dan kekakuan pembuluh tersebut (aterosklerosis).

“Beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner adalah sebagai berikut yakni, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, diet, tinggi lemak jenuh dan kolesterol, peningkatan kadar kolesterol total dan LDL, kadar kolesterol HDL rendah, obesitas, dan kurang aktivitas fisik,” terang Regina.

Apabila terjadi serangan jantung, ujar Regina, pastikan keluhan yang dirasakan, baringkan penderita, panggil dokter atau langsung di bawa ke rumah sakit.

“Aspirin dapat diberikan untuk dikunyah, bila penderita tidak sadarkan diri segera lakukan resusitasi jantung paru dengan melakukan bantuan hidup dasar,” ujarnya.

Ditambahka, salah satu upaya pencegahan adalah pola makan yang baik, gunakan aneka ragam bahan makanan dengan makanan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Batasi penggunaan garam dapur, anjuran maksimum sebanyak 5 gram per hari (WHO). Garam Natrium yang ditambahkan ke dalam makanan dapat berupa ikatan natrium chlorida atau garam dapur, vetsin atau monosodium glutamat, soda kue, natrium benzoat dan nitrit atau senyawa yang digunakan untuk mengawetkan daging.

“Hindari stres, selalu berdoa, berserah diri kepada Allah Swt, jangan ngoyo, jangan terburu-buru, harus punya hobi, dan lain-lain adalah kunci menghindari penyakit jantung koroner,” tutp dr Regina.

Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan kolesterol dalam darah oleh Urkes Bag Sumda Polres Kepulauan Seribu. (*/rel/dade)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *